AES406 JurnalSumba#5 Meraba Pendidikan di Weetebula

Perjalanan kali ini membawa saya berjumpa berbagai situasi dan berbagai tempat di Sumba Barat Daya. Sekolah-sekolah, kampung-kampung, juga memberi saya kesempatan untuk berbincang dengan beberapa individu dan berjumpa dengan beberapa lembaga / institusi yang bergiat di bidang pendidikan.
Saya sempat bercerita tentang suster Mathilde. Seseorang yang dalam pengenalan saya sangat besar jasanya untuk perkembangan banyak hal di Weetebula dan sekitarnya.
Setelah mengunjungi Learning Center Umma Manganne, beberapa SD di sekitar STKIP, saya dan kak Lyn juga diajak mampir ke Lembaga Matematika Kognitif (LMK). Suster Mathilde mengajak kami berkenalan dengan LMK ini. Satu Lembaga yang didirikan oleh seorang profesor dari Jerman dan ikut didanai oleh beberapa donatur di Eropa. LMK sendiri tempatnya sangat dekat, bertetangga dengan Learning Center Umma Manganne.
LMK ini bertujuan membuat terobosan inovasi pembelajaran matematika di Sumba Barat Daya. Saya lihat ini yg membuat STKIP cukup beruntung karena hadirnya dua lembaga pendidikan yang bisa punya peran besar untuk mempercepat akselerasi perubahan pendidikan di Sumba Barat Daya - khususnya di daerah Weetebula.
Kami sempat 'ditodong' oleh suster Mathilde untuk bercerita sekilas tentang Rumah Belajar Semi Palar - yang sepertinya sangat berkesan dalam diri suster Mathilde. Akhirnya kami mencoba berbagi cerita tentang Semi Palar terutama landasan-landasan pemikirannya dan bertukar pikiran dengan tim LMK di sana.


Suster juga memberikan pandangan-pandangannya terhadap apa yang kami sampaikan seputar apa yang sempat kami ceritakan dalam kesempatan ini. Respons pertanyaan cukup banyak muncul dari yang hadir di ruangan kecil itu. Salah satu respon menarik dari salah seorang tim LMK begini, "pak Andy, kapan Semi Palar buka di Sumba?". Menarik ya.
Setelah makan siang, kami diajak berkunjung ke Program Studi PAUD - dan dari sana kami diajak berkunjung menemui bapak Ketua STKIP, bapak Willy. Walaupun tanpa direncanakan, kami disambut dengan tangan terbuka dan masuk dalam perbincangan cukup panjang seputar pendidikan di Sumba Barat Daya. Kami juga sempat bercerita tentang anak-anak Sumba yang kami temui dan amati langsung juga betapa kuatnya impresi yang kami dapatkan dari anak-anak Sumba ini.
Di Bandung banyak anak-anak malas dan enggan ke sekolah bahkan mogok sekolah. Di Sumba, di tengah segala keterbatasannya, semangat belajarnya luar biasa besar. Antusiasme mereka meluap - di berbagai tempat kami datang berkunjung. Ini potensi luar biasa.
STKIP sendiri adalah perguruan tinggi pertama dan satu-satunya di Sumba Barat Daya, bertempat di desa Karuni, beberapa kilometer dari kota Weetebula - tempat kami menginap. Sebelum berdirinya STKIP, lulusan-lulusan SMA di SBD tidak jelas kelanjutan pendidikannya. Sekarang STKIP memiliki 7 ProDi dan punya 3.000 mahasiswa. Dengan demikian keberadaan STKIP jadi sangat penting bagi perkembangan pendidikan di Sumba Barat Daya.
Hari yang luar biasa - beberapa hari di Sumba - termasuk hari ini saya bisa mendapat gambaran cukup utuh tentang pendidikan di Sumba, khususnya di Sumba Barat Daya. Di akhir pertemuan, saya dan kak Lyn diminta secara formal untuk berbagi tentang konsep pendidikan holistik Semi Palar di depan para dosen dan mahasiswa ProDi PAUD STKIP Weetebula. Tempat dan waktu segera dijadwalkan. Sebuah kehormatan besar buat Semi Palar - dan kesempatan luar biasa untuk dapat mulai memberikan warna untuk pendidikan di SBD dari proses belajar kita semua Semi Palar selama 17 tahun ini. Sampai jumpa di catatan perjalanan selanjutnya. Salam.
Senarai Jurnal Sumba :
- JurnalSumba#1 : Berangkat
- JurnalSumba#2 : Umma Manganne
- JurnalSumba#3 : Prai Ijing dan Antusiasme Belajar
- JurnalSumba#4 : Mananga Aba
- Jumpa Bermakna : Suster Mathilde
- JurnalSumba#5 : Literasi Lendongara
- JurnalSumba#6 : Meraba Pendidikan di Weetebula
- JurnalSumba#7 : Merdeka?
- JurnalSumba#8 : Isko
- JurnalSumba#9 : Budaya Sumba
Komentar (1)
Keren banget ka Andy, semoga harapan mereka bisa mengenyam pendidikan secara holistik, bisa dan boleh berkembang disana bersama cabang Semi Palar ya.... Semoga Yang Kuasa berkenan membukakan jalanNya..
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES406 JurnalSumba#5 Literasi Lendongara
Salah satu kampung yang kami kunjungi bersama mobil Klik-klik adalah Lendongara. Mobil Klik-klik ini adalah mobil LC yang berberkeliling dari kampung ke kampung di sekitar LC Umma Manganne. Kampung ini lokasinya tidak jauh dari LC - relatif dekat dari kota tapi masih terasa jauh. Tidak terkoneksi -…

AES404 : JurnalSumba #4 Mananga Aba
Sekolah pertama yang saya kunjungi di Sumba adalah SD Negeri Mananga Aba. Sekolah ini adalah satu dari dua sekolah yang dijadikan tempat teman-teman mahasiswa Unpar melaksanakan praktik mengajar. Belajar berinteraksi dan berbagi apa yang dipunya kepada anak-anak Sumba yang belajar di sekolah ini. B…

AES403 JurnalSumba#3 | Prai Ijing dan Antusiasme Belajar
Sabtu kemarin, kami berangkat mengunjungi Kampung Adat Prai Ijing di Kabupaten Sumba Barat - sekitar 2 jam perjalanan darat dari Weetebula. Terasa perjalanan lintas kabupaten ini membawa kami ke daerah yang lebih subur - lebih hijau. Di sini bisa terlihat sawah yang membentang, kuda dan kerbau bany…
Andy Sutioso110