AtomicEssay

AES406 MEMAK(na\an)i

leoamuristpenulis arsip2

Memaknai terjadi saat diri memiliki wadah untuk menerima makna. Tanpa itu jadinya malah memaKani, selalu meminta tetapi tak mampu menerima.

Pertanyaan, “Apa maknanya?” Jadi terasa seperti menguji, kalau yang bertanya tak memiliki wadah ini. Terlalu berantakan isi diri, masih saja tetap meminta diisi.

Menguji bukanlah cara untuk berbagi, malahan itu cara untuk meminta. Memaknai pun berubah jadi memaKani, karena yang tak berwadah kelaparan di tengah prasmanan.

Sambil memaKani sibuk mengomentari, ketidak sesuaian sana sini dengan dalih memaKnai. Bukankah kita selalu menagih hal yang tidak kita miliki dengan dalih memberi.

Persoalannya, yang tak berwadah seringkali meminta tanpa sanggup menerima. Bertanya hanya untuk menguji jawabnya, itupun terbuang percuma. Karena tak ada wadahnya.

Sepenting itukah wadah?

Penting, karena tanpa wadah tiada kapasitas.

Wadahnya apa?

Gantilah pertanyaan, “Maknanya apa?” Kepada orang lain. Jadi, “Wadahnya apa?” Kepada diri sendiri. Nanti jawabannya muncul dari sini.

 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41