AtomicEssay

AES407 ReflekSif

leoamuristpenulis arsip2

Secara umum, "refleksif" relates more to involuntary actions or behaviors, while "reflektif" relates to thoughtful or introspective thinking.

Yang mengerikan, kalau secara reflekS menyela dengan permintaan refleksi. Ini seperti meminta makna sebelum aktivitas selesai, bahkan sebelum kegiatan dimulai saja sudah bertanya maknanya apa. Ngerinya adalah yang ditanya gak ngerti sehingga yang bertanya semakin gak ngerti, lalu lebih mencecar sampai yang ditanya kehilangan pengertian. Kemudian yang bertanya menghakimi ketidak-mengertian yang ditanya.

Salah satu refleksi yang kelihatan dari fenomena barusan yaitu hambatan terbesar dari pertanyaan adalah pada yang bertanya, bukan pada yang ditanya. Karena tidak pernah ada jawaban yang salah, hanya ada pertanyaan yang bodoh. Eits! hati-hati juga dengan pernyataan ini. Kalau dengan reflekSif langsung menilai pertanyaan itu bodoh, seketika itu juga terjebak dalam fenomena tersebut di paragraf sebelumnya.

Ada beberapa indikator yang membedakan karakter reflekSif dengan reflektif, salah satunya dari perilaku menyela atau nimbrung. Perilaku nimbrung, menyela, memotong, menambah-nambah, dan sejenisnya kemungkinan besar adalah hasil dari karakter reflekSif. Perilaku mendengar, menunggu, men-sintesis (bukan sekadar tesis-antitesis), dan sejenisnya kemungkinan besar adalah hasil dari karakter reflektif.

Melampaui itu semua, ada fase dimana reflekSif reflektif itu justru bentuk kebijak-sana-sini-an. Kalau secara refleks, reflektif. Dengan kata lain, tindakan reflekSif-nya adalah bersikap reflekTif secara simultan dan aktual. Sehingga tampak sikap dan perilaku yang selalu pas dan selaras situasi. Sikapnya meneduhkan suasana dan perilakunya mencerahkan pikiran, orang lain di sekitar dan terutama dirinya sendiri.

Kelihatan koq, dari gestur dan intonasi. Coba, mari bersikap reflektif atas tindakan reflekSif kita saat berhadapan dengan realita. Segusar apa intonasi kita dan segelisah apa gestur kita.

Uh, huiy..!

Gambar: An abstract representation of a repetition trap : Copilot - Microsoft Designer, Powered by DALL·E 3

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41