AES420 Waaa… Salah Ini Terjemahannya!

Keunikan diri tidak jauh dari kebersamaan ini. Makanya, kebersamaan bukanlah kesamaan dan persamaan bukanlah penyamaan. Mengkhianati kedua prinsip tersebut, hanya ada kecemburuan karena tidak bisa menjadi seperti itu.
Menerima respon lingkungan jadi penting, mendengarkan tanpa menyimpulkan dan urusi urusan sesuai porsi per bagian. Tidak perlu mencari pengetahuan kalau tidak mampu membawanya tanpa ketahuan.
Cukup tahu aja, tidak pernah cukup. Perlu ada nasi, tempe, sambal, lalaban, sepotong paha goreng, sempurna dengan petai bakar. Eh.. malah ke makanan, oke balik lagi ke orientasi awal. Hanya tahu saja, hanya menjadikan sok tahu. Saja.
Yang menjadikan cukup adalah ber(geming). Bertolak belakang namun saling melengkapi dengan, permohonan maaf terbaik adalah (gerak) perubahan perilaku. Kalau sudah tahu, baiklah bertanya juga. Tentu saja dengan spirit berkenalan.
Bukan dengan spirit menguji, apalagi dengan, “spiritnya apa?” Ini sih malah bertanya balik bukannya bertanya juga. Let our not-knowingness based on knowledge and not on ignorance. Artinya, jadikan pengetahuan sebagai pendorong pengembangan bukan malah hambatan usaha sebatas bayaran. Waaa salah ini terjemahannya!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
