AtomicEssay

AES422 Rasionalisasi Setelah Emosi

leoamuristpenulis arsip2

Ya memang begini. Mengesampingkan emosi dan mengutamakan rasionalitas pun, reaksi emosional yang dirasionalisasi kemudian. Makanya untuk saya, seperti wadah lebih penting daripada isi demikian logika lebih penting daripada rasionalitas.

Manusia adalah anima rationalé, yang kebaca oleh saya sih anima(L) reason all eh. Alasan weh alasan, pembenaran aja pembenaran. Wajar sih, karena pembenaran yang diulang-ulang jadinya kebenaran dalam batasan lingkupan tertentukan.

Sewajar kontradiksi dari, yang suka bilang harus tenang dengan nada tegang. Yang sering bilang gak bisa seperti itu tanpa menawarkan bisa seperti ini. Yang refleks bilang logika setiap orang kan berbeda sambil menyalahkan cara yang tidak sama.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41