AtomicEssay

AES426 Percaya Bukan Lahir Dari Slogan Yang Diulang-ulang

leoamuristpenulis arsip2

Pertama adalah otentisitas. Terasa jelas mana yang otentik dan mana yang imitasi; yah walaupun kebijaksanaan imitasi pun tetap adalah kebijaksanaan, tidak menafikan bahwa itupun tetap saja adalah imitasi. Sosok yang masih terasa bimbang, ketakutan, dan mengandalkan suruhan jelas tidak terasa dapat dipercaya. Seperti ketika seratus pandangan selalu dibantah, dengan cara seratus kali mengulang-katakan satu kalimat instruksi yang dipercayai sebagai paling aman.

Kedua adalah logika. Ya, ini soal kecanggihan logika. Terlalu canggih sampai tidak bisa diikuti oleh orang-orang, tidak bisa dipercaya. Terlalu sederhana sampai terlalu bisa diikuti oleh orang-orang bahkan terbaca sampai ke tulang dan lebih dalam lagi, tidak bisa dipercaya. Semacam yang terlalu pintar atau terlalu bodoh itu tidak bisa dipercaya; pun demikian untuk yang terlalu bodoh ada bonus rasa sebal, karena seratus opini dibalas dengan satu kalimat yang diulang seratus kali.

Terakhir adalah kepedulian. Salah satu indikasinya bisa dilihat saat berfoto, swafoto kah, foto bersama kah, apapun lah yang ada hubungan dengan gaya saat berfoto. Yang auranya narsis dan terlalu ekspresif, menghasilkan rasa tidak dapat dipercaya; terlebih yang ekspresinya pakai ekstra melankolis. Karena kepedulian terbesar adalah soal dirinya sendiri, saja. Ini jelas tidak valid ya, levelnya hanya di indikasi tataran permukaan dan sekilas pada umumnya. Cukup diketahui saja ke-tidak valid-annya, karena impresi pertama kan selalu dari ekspresi muka yak.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41