AtomicEssay

AES427 Membongkar Narasi Negatif dalam Diri Kita

Andy Sutiosopenulis arsip2

Menemukan bukti kegagalan sistem pendidikan Indonesia sebetulnya mudah. Tinggal melihat narasi seperti apa yang ada dalam diri kita masing². Banyak sekali narasi-narasi yang tertanam dalam diri kita, contohnya : "Saya ga bisa gambar", atau "Saya ga suka matematika", yang lain lagi "Saya ga suka (atau ngga bisa) menulis". Padahal kita semua menghabiskan bertahun-tahun belajar matematika atau menulis bahkan hal yang semestinya menyenangkan seperti menggambar. Ironis ya.

Lalu apa hasilnya sistem pendidikan kita kalau hampir semua dari kita menyimpan narasi-narasi negatif semacam itu di dalam diri kita. Bukankah itu menggambarkan gagalnya sistem pendidikan kita? Bertahun-tahun belajar bahasa tapi merasa tidak bisa menulis... bertahun-tahun belajar matematika tapi benci matematika... 

OK. Tapi marilah beranjak dari situasi itu. Kalau hal.itu kita sadari ada, waktunya kita bergerak dan memperbaikinya. Itulah pentingnya kesadaran, sebagai titik pijakan untuk memperbaiki diri. Di sinilah kata-kata 

LEARN, UNLEARN, RELEARN 

menemukan konteksnya. Ada hal-hal yang perlu dilepaskan agar hal baru yang lebih baik bisa kita genggam. Narasi-narasi negatif yang tadi saya tuliskan di atas perlu dibongkar, supaya narasi baru bisa kita dapatkan. 

Kenapa saya menuliskan ini, semata-mata karena begitu sulitnya mengajak warga Smipa untuk mulai menulis di AES. Sangat-sangat sulit. Beberapa yang berhasil adalah karena saya memotivasi teman-teman ini secara pribadi. Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa ada narasi-narasi yang kita semua pegang erat-erat dan dijadikan justifikasi untuk tidak mulai melakukannya. Saatnya membongkar narasi-narasi negatif yang menghambat kita untuk maju. Mari bongkar, mari bergerak! 

Komentar (2)

aadmin

Mantaaaap nih. Setuju sekali dengan Kak Andy. Ada banyak narasi negatif atau bahkan bertentangan dengan kenyataan/logika/sains tapi dipercaya banyak orang. Andil sistem pendidikan dalam menciptakan kondisi itu tentu tidak bisa diabaikan.

mmatheusaribowo

Sepakat dan sepaket, kak Andy!

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES908 Antara Ririungan dan Medium

Pagi ini saya menuliskan posting saya yang ke lima di Medium. Judulnya ini "Hmm. What Should I Write About?". Mungkin dari judulnya kebayang ya apa isinya. Kalau cukup kepo silakan mampir dan menelaah apa yang saya tuliskan di Medium. Lucu juga pengalamannya. Setelah menuliskan sekitar 900 esai di…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES476 Hutang Menulis

Tulisan ini memang hanya mencatatkan bagaimana saya sedang punya hutang menulis. Minggu kemarin agenda sangat padat dan melelahkan. Cukup banyak tulisan saya yang seperti ini, sekedar untuk mendorong diri untuk menulis - walaupun kondisi sedang tidak kondusif untuk menuliskan sesuatu yang lebih ber…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES240 Melewatkan Esai Kemarin

Sore ini saya menulis untuk bayar hutang esai saya yang kemarin - yang seperti saya tuliskan dalam judul tulisan ini: Kelewat Menulis. Pasalnya memang saya kemarin agak menunda-nunda menulis, karena ada belum ada ide - kebetulan banyak hal di kepala untuk hari Senin kita. Malam ternyata Rico perlu…

Andy Sutioso20