AES476 Hutang Menulis

Tulisan ini memang hanya mencatatkan bagaimana saya sedang punya hutang menulis. Minggu kemarin agenda sangat padat dan melelahkan. Cukup banyak tulisan saya yang seperti ini, sekedar untuk mendorong diri untuk menulis - walaupun kondisi sedang tidak kondusif untuk menuliskan sesuatu yang lebih berbobot.
Awalnya saya kira menulis dua hari sekali tidak terlalu berat - tapi sama saja. Karena rutinitasnya berkurang, ritmenya juga terasa berbeda. Tahun lalu saat menulis setiap hari, yang konstan terasa adalah dorongan bahwa saya harus menulis - setiap hari - seperti halnya kita harus gosok gigi setiap hari. Nah menulis dua hari sekali ini kan ada kelonggarannya, ada kendornya, hal ini juga yang tidak menjadikan lebih mudah - walaupun dalam hal menulis, memang kita jadi lebih ringan.
Masuk ke perkara hutang menghutang, hutang itu kan selalu ga enak. Apapun itu bentuknya, hutang budi, hutang uang, juga hutang menulis. Ini juga yang terasa. Tapi toh ini hal baik, karena ini juga memotivasi kita untuk kembali menulis, melunasi, menuntaskan tulisan yang belum kita buat. Tulisan ini adalah salah satunya. Walaupun ga ada isinya, dan mungkin ga ada maknanya buat orang lain tulisan ini buat saya jadi penting, karena ini bentuk kesadaran tentang hutang yang saya buat. Ya kembali lagi menulis itu kan manfaat utamanya buat diri sendiri.
Saat menulis ini saya terpikirkan bagaimana penulis-penulis hebat pasti juga punya pengalaman seperti ini. Mereka kan bukan robot atau mesin yang dijalankan oleh AI. Manusia itu kan kompleks banget alam pikir dan dimensi kediriannya. Hanya kita aja yang ga pernah tau, dari sekian banyak masterpiece yang kita baca, di belakangnya ada berapa banyak naskah tulisan atau draft yang gagal atau tidak pernah diterbitkan. Jadi marilah terus menulis... Salam.
Photo by Ann H: https://www.pexels.com/photo/yellow-jigsaw-puzzle-piece-3482442/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES908 Antara Ririungan dan Medium
Pagi ini saya menuliskan posting saya yang ke lima di Medium. Judulnya ini "Hmm. What Should I Write About?". Mungkin dari judulnya kebayang ya apa isinya. Kalau cukup kepo silakan mampir dan menelaah apa yang saya tuliskan di Medium. Lucu juga pengalamannya. Setelah menuliskan sekitar 900 esai di…

AES427 Membongkar Narasi Negatif dalam Diri Kita
Menemukan bukti kegagalan sistem pendidikan Indonesia sebetulnya mudah. Tinggal melihat narasi seperti apa yang ada dalam diri kita masing². Banyak sekali narasi-narasi yang tertanam dalam diri kita, contohnya : "Saya ga bisa gambar", atau "Saya ga suka matematika", yang lain lagi "Saya ga suka (at…

AES240 Melewatkan Esai Kemarin
Sore ini saya menulis untuk bayar hutang esai saya yang kemarin - yang seperti saya tuliskan dalam judul tulisan ini: Kelewat Menulis. Pasalnya memang saya kemarin agak menunda-nunda menulis, karena ada belum ada ide - kebetulan banyak hal di kepala untuk hari Senin kita. Malam ternyata Rico perlu…
