AtomicEssay

AES431 Badan

leoamuristpenulis arsip2

"There is more wisdom in your body than your deepest philosophy" - Nietzsche

Makanya wajar, yang sangat inovatif dalam perkataan tetap saja repetitif dalam perbuatan. Kontradiksi tidak lah mengherankan, bukankah yang dikatakan adalah yang belum selesai di pemikiran.

Jadi keinget katanya Mahatma Gandhi, kebahagiaan adalah saat apa yang dipikirkan dikatakan dilakukan berada dalam keselarasan / harmoni. Memang tidak harus sama, karena yang utama adalah selaras. Harmonisasi bukan homogenisasi.

Merangkai keunikan dimulai dari menerima perbedaan, kalau masih berupaya menyamakan rasanya seperti menolak untuk berbahagia. Ini pun tak apa, karena pada pengulangan ke seratus empat puluh empat; merasakan ketidak bahagiaan ini adalah kebahagiaannya.

Kembali ke paragraf kedua.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41