AtomicEssay

AES434 Lebih Baik Betul Daripada Benar

leoamuristpenulis arsip2

Yang betul, selalu benar. Yang benar, belum tentu betul. Seperti menyampaikan kebenaran yang tidak memerhatikan keadaan, niat baik selalu berakhir buruk. Sebagaimana kebetulan selalu mengantarkan kebaikan, karena yang selaras selalu menyesuaikan.

Yang benar akan selalu terungkap, tak perlu usaha berlebihan yang malah mengungkap kalau itu adalah pembenaran. Upaya untuk mengungkap kebenaran pun perlu dijaga, dilakukan dengan betul agar jadi baik. Kalau tidak betul, upaya berubah jadi obsesi.

Jadi, betul akan menjadi lebih baik daripada benar. Bahkan, kalau mau jadi baik perlu melakukan segalanya dengan betul. Pas orang banyak pada riuh, pas kentut dilepaskan. Pas lagi lewat sambil bawa uang, pas nyamperin untuk nagih tunggakan.

Pas kuantitas potensial yang terkendali meningkat, pas untuk menyisihkan kualitas potensial yang tak terkendali. Pas lagi ngopi pahit, pas kudapan manis menghampiri. Menyampaikan kebenaran memang paling baik dengan menggunakan kebetulan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41