AtomicEssay

AES438 Untuk Apa Kapan Gimana Siapa Dimana

leoamuristpenulis arsip2

Adalah pertanyaan yang disampaikan alumni kapebe, saat reunian angkatan pertama. Bukan ditanyakan, disampaikan. Kata mereka, lima we satu ha itu kurang for. What for, why for, how for, who for, when for.

Biar ga kejebak, why what how who when where. Kalau terjebak jadinya diskursus, padahal kita mau latihan retorika. Memang pemaknaan itu penting, makanya perlu dilebihi dengan pemanfaatan.

“Biar gak kelamaan tanya-tanya yang hanya memuaskan hasrat meruminasi pemikiran sendiri aja kak.” Ini saya parafrase-in komentarnya.

“Kapan geraknya, keburu ketinggalan kereta kayak saya dulu. Memang ada kereta selanjutnya, hanya kan ibu jualan colenak ada di kereta pagi.” Kalau ini bukan parafrase, saya metafora-in.

Yapp.. bahkan for yang remeh adalah for yang valid. Perjalanan ke provinsi sebelah dengan kereta pagi, untuk jajan colenak di kereta ekonomi pagi. Ini, saya fiksi-in.

Gak perlu rasionalisasi berlebihan. Jadi kayak naik motor yang spionnya lebih besar daripada ban. Maju sih, hanya sampainya kapan. Untuk… (when for)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41