Atomicessaysmipa

AES44 Percakapan-percakapan

yantisuryanii7penulis arsip3

"Lalalala, lalalala, aku udah gede, kaya Ibu, cantik!"
ungkap seorang gadis kecil dengan rambut basahnya sehabis mandi, sambil menggunakan gincu dan sepatu hak milik ibunya. Lengkap dengan matanya yang bulat dan wajah penuh bedak putih, dia menatap dirinya di cermin.
"Ehm" seru Ibu sambil tersenyum. Ternyata sedari tadi Ibu berdiri dibalik pintu memerhatikan tingkah gadis kecilnya
"Rambutnya ditarik kebelakang pake sisir, terus disisir ke samping, jadi ada yang naiknya kaya gini" tutur Ibu lembut sambil menyisir rambut putrinya.
Ini gaya rambut kesukaannya, lebih tepatnya gaya rambut kesukaan ibu yang juga menjadi kesukaannya.

Ibu suka memasak, semua bahan makanan akan diubahnya menjadi makanan lezat dengan bumbu yang melimpah. Tak jarang gadis kecil menemani Ibu memasak. Sambil duduk di atas meja sambil mengayunkan bergantian kedua kakinya.
"mau coba masak?" tanya Ibu
"Mau tapi enggak bisa!" jawabnya sambil memanyunkan bibirnya yang mungil
"hahaha ya enggak apa. Kan belajar. Semua cara memasak itu enggak ada yang salah enggak ada yang benar. Kalau orang potong bawang miring, kamu mau potong bawang bentuk segitiga, ya enggak apa. Itu kamu" Jawab Ibu sambil tersenyum
"tapi aku enggak bisa potong wortel kaya gitu, bagus" jawab gadis kecil itu sambil menunjuk wortel potongan Ibu
"iya enggak apa, kan belajar! kamu potong wortel bulat-bulat juga enggak salah. Kan wortel tetap jadi wortel. Paling nanti kita lebih cape aja ngunyahnya hahaha" jawab ibu sambil tertawa
Sejak hari itu, gadis kecil percaya, benar dan salah tak pernah benar-benar ada. Tak ada pula satu hal yang mutlak kebenarannya. Jika kita diajarkan memotong sayuran miring di keluarga kita. Bisa jadi di keluarga lain sayuran di potong seperti dadu, atau ada juga yang memotongnya seperti lingkaran-lingkaran tipis. Beragam, tapi semuanya punya makna.

"Makanan siaaapp!" panggil Ibu pada semua anggota keluarga
"Waaahh Sop ayam kesukaan semua," ungkap Bapak sambil tersenyum tak tahan untuk melahap makanannya
"Sop ayam yang selalu spesial masakan Ibu" seru Kakak dengan mata yang berbinar melihat yang tersaji di meja makan
"ini jauh lebih spesial, karena sayuran dipotong bersama rasa percaya, dan direbus dalam tawa dan canda. Dari yang baru pertama belajar masak itu tuuh," ungkap Ibu sambil melempar lirikannya pada gadis kecilnya
"Waaahh pantas saja ayamnya masih hidup hahaha" saut Bapak sambil tertawa
"Malam itu di sekitar tahun 1998, sop ayam tersaji dalam mangkuk, semua orang di meja makan dengan lahap sambil tertawa. 
Malam ini di tahun 2022, hangat semangkuk sop ayam masih tersaji lengkap bersama ragam sayuran dan bumbu di dalamnya."
Bisiknya lembut dalam hati sesaat setelah menutup album photo-photo yang tersimpan rapi di sudut kamarnya :)

Komentar (4)

joefelus

Lovely! Thank you!

yantisuryanii7

Thank you, Pak Joe! :)

Andy Sutioso

Waaah bagus amat ceritanya kak Yanti... terima kasih.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomicessaysmipa

AES61 JARIK

Beberapa hari yang lalu saat bersambang ke Dieng, ditengah-tengah cuaca berangin dan sangat dingin. Kami berjalan berkeliling rumah warga, sambil memerhatikan rumah-rumah warga. Terlihat rumah beralas dan dinding kayu sudah tak banyak. Hanya beberapa rumah khas daerah yang masih berdiri tegak. Kata…

yantisuryanii720
Atomicessaysmipa

AES60 Hutan

Setiap kali jalan-jalan ke hutan, saya senang sekali memerhatikan serat-serat tanaman, serat-serat kayu, ataupun pola-pola semesta lain yang super cantik. Masing-masing pola punya ciri tersendiri, seolah serupa tapi tak pernah ada yang sama. Hutan selalu menjadi tempat untuk saya belajar banyak, mu…

yantisuryanii750
Atomicessaysmipa

AES59 Festival Literasi

Saya suka dengan pertemuan-pertemuan. Rasanya selalu menyenangkan, ketidaktahuan kita mengantarkan hal tak terduga penuh kejutan. Festival literasi tahun ini, menjadi festival literasi pertama saya di sekolah. Menyenangkan bisa melihat binar mata setiap anak-anak yang masuk ke dalam dongeng, berger…

yantisuryanii752