AES440 Hiduplah Dengan Berani

Ada satu kutipan yang terlintas, saat kemarin di akhir presentasi rencana hidup siswa kapebe angkatan enam. Bahkan bertahan hidup saja sudah merupakan tindakan yang berani. Lupa siapa filsuf yang mengucapkan atau menuliskan ini, filsuf raja atau filsuf badut.
Hidup yang dimaksud di sini bukan sekadar berfungsi, melainkan berperan.
Fungsi itu repetitif mekanis dan cenderung teknis, bahkan perkataan dan pemikirannya pun reflekSif. Sedangkan peran sifatnya reflekTif, tumbuh menumbuhkan berkembang mengembangkan.
Berani yang dimaksud di sini juga bukan sekadar maju, melainkan melangkah.
Maju aja sih seperti menggerutu dan bersungut-sungut soal kedudukan, sambil pantat tetap terduduk dan kaki tertancap mati. Sedangkan melangkah perlu angkat pantat bangkit berdiri, menapaki hal yang paling ditakuti. Kemudian, angkat kaki menuju aktualisasi diri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
