AES441 Badut Dan Raja

Terlintas waktu kemarin lagi nonton talkshow soal kisah hidup dan rencana kehidupan, pas ngelihat kain dekorasi yang tergantung. Manja banget ya kainnya, tergantung amat. Presentasi tetep disimak koq, sampai terharu jadi ngemil mulu.
Kain itu memantik imaji, perbedaan antara raja dengan badut. Yang diam tenang di depan berlandaskan kemapanan kekuasaan, dengan yang dominan dinamis berisik di depan beralasan keinginan berkuasa. Eh, cemilan juga memantik imaji:
Perbedaan antara komedi intelek yang berintensi, dengan gurauan spontan semengalirnya intelejensia. Yang proporsional memoderasi, dengan yang agresif apologetik. Intelektual memang bagian tajam dari intelejensia, bisa dipakai atau tidak.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
