AES443 Kita Tidak Butuh Yang Membawa-bawa Nilai

Karena kalau nilai itu dibawa kemana-mana, di sini jadi tidak ada nilai. Letakkan saja nilai ini di sini, kalau memang menyukainya tak usah dipetik lah bunga mekar ini. Malahan layu kemudian mati itu.
Justru jadilah nilai ini sendiri oleh kedirian. Seperti mekar lah seperti bunga yang disukai itu. Bukankah nilai itu seperti bunga mekar, dilihat nikmati di tempatnya berada sebagai pengingat diri untuk mekar bernilai di tempatnya meng-ada.
Tak perlu berlebihan, nanti malah jadi mengada-ada. Daripada membawa-bawa nilai, baiklah menjadi bernilai. Bahkan kalau mampu, menjadi nilai itu sendiri. Daripada memetik bunga dan menuntutnya mekar, baiklah berbunga dan mekar sendiri bagi semua yang ada di sini. Bahkan kalau mampu, berbuah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
