AtomicEssay

AES453 Kolaborasi

Andy Sutiosopenulis arsip2

Kemarin saat hendak ke luar rumah, perhatian saya tertuju ke sesuatu yang bergerak perlahan di dinding rumah. Setelah dilihat dari dekat, ada segerombolan semut yang sedang memindahkan bangkai capung ke sarangnya. Yang cukup luar biasa, semut-semut itu sedang bergerak vertikal menaiki dinding garasi di rumah saya. Semut-semut itu bergerak sangat lambat karena beban yang dibawa juga bukan beban yang ringan. Entah berapa kali lipat beban badan si capung dibandingkan berat badan semut-semut itu. Tentunya sangat melelahkan. 

Tapi semut-semut itu bergerak terus tanpa berhenti. Sampai suatu waktu saya kembali ke sana dan tidak melihatnya lagi. Sepertinya mereka sudah berhasil. Luar biasa ya. 

Lalu apa yang bisa dipelajari dari apa yang saya amati tadi. Banyak sekali. Pertama, kerja sama. Kolaborasi. Saling membantu untuk sampai ke tujuan yang sama. Keren banget ya. Semut aja bisa. Manusia seringkali gagal karena ego dan keakuan yang beradu satu sama lain. 

Mengatasi hal besar bersama-sama. Secara ukuran semut itu kecil sekali, tapi segerombolan semut bisa melakukan hal besar yang tidak mungkin dilakukan sendiri. 

Bersama-sama butuh masing-masing individu untuk menghilangkan ego. Nah ini yang paling sulit, apalagi buat kita manusia. Manusia modern sangat dipenuhi ambisi untuk menjadi yang terbaik, mengalahkan orang lain. Akhirnya ia jadi menghalalkan segala cara. Semut bukannya tidak punya sistem sosial. Ada ratu semut,  ada semut pekerja, ada semut serdadu. Tapi sistem sosial itu ada secara alamiah. Bukan karena ego pribadi. 

Determinasi. Apa yang saya lihat kemsrin adalah soal keteguhan untuk melakukan kolaborasi itu. Mengamgkut bangkai capung ke puncak tembok setinggi 3-4 meteran bukan hal mudah. Tapi hal itu dilakukan oleh para semut itu. 

Terakhir, mestinya para semut itu hebat banget pengenalan dirinya, juga kemampuan numerasinya. Mereka bisa memperhitungkan bahwa pekerjaan besar itu bisa mereka lakukan bersama. Tenaga mereka cukup melakukan pekerjaan itu. Keren ya. 

Memang betul kita bosa belajar banyak dari alam. Kalau kita mau mengamati lingkungan sekitar kita dengan cermat. Sampai jumpa di tulisan berikutnya - tentang Natal.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AAS557 Melebur ke Sungai Cikahuripan

Cikahuripan, air kehidupan... itu nama sungai yang aliran airnya kami susuri saat kami beberapa warga Smipa mencoba Niis ke Gambung. Mendengar nama itu disebut pa Anwar saya tertegun sejenak, menyadari bahwa perjalanan kami ke Gambung dan ke hutan di dekat tempat kami menginap sejalan dengan apa ya…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES153 Tanah

Mungkin ini kesempatan baik untuk menuliskan tentang tanah. Satu dari lima elemen pembentuk kehidupan. Di beberapa esai lainnya saya sempat menuliskan tentang air. Tentang Air dan Kehidupan, silakan baca di sini. Sudah menulis juga tentang kekosongan, akash, ruang, emptiness, dimensi yang paling mi…

Andy Sutioso70
AtomicEssay

AES 87 Detak, Merapi, Seismograf, dan Mandala

Silakan membaca ini setelah atau sembari mendengarkan lagu ini: O Tuan - .Feast Oh jelas aku tahu bunga akan layuRumput kian mengering daun kan menguningKau tahu menurutku waktu adalahKutukan ancaman bualan Dan satu per satu orang sekitarkuMulai ditinggalkan oh ini peringatan Untukku o Tuan wahai K…

matheusaribowo32