AtomicEssay

AES453 Lupa

leoamuristpenulis arsip2

Berbagai pemahaman itu ternyata untuk membuat kita lupa, sehingga dengan bebas masuk ke dalam satu aksi dengan penuh integritas dan dedikasi. Kemudian semua kelupaan kita ternyata untuk membuat kita ingat, bahwa pada satu gerak sekecil apapun terkandung berbagai pemahaman yang tak berbatas. Baiklah ketidak tahuan kita berdasarkan pada pengetahuan, bukan pada ketidak tahuan.

Dari potensi yang tidak terbatas dan kemungkinan yang tidak terjelaskan, memang perlu dibatasi dan dijelaskan untuk menciptakan yang katanya makna. Seperti udara yang sangat potensial menjadi percuma kalau tidak ada paru-paru untuk mewadahinya, memang wadah lebih penting daripada isi. Setelah diwadahi pun percuma kalau tidak disalurkan, karena dari udara sel tubuh membutuhkan oksigen.

Sepercuma memanfaatkannya menjadi energi kalau tidak dikembalikan kepada potensi, karena kita hidup itu menghirup dan mengembuskan napas. Jadi ingat obrolan tadi sore dengan Kak Mamat soal moksha yang salah satunya adalah soal mengembalikan. Kita meminjam dari kosmos apa yang mampu ditampung oleh wadah diri, badan jiwa pikiran perasaan. Setelah berguna bagi orang lain dan dunia, kita mengembalikannya lagi kepada kosmos.

Guna pun memiliki segmen-nya sendiri. Dunia tertentu dengan orang-orang tertentu. Beritahulah kepada yang mengetahui, bukan kepada orang yang tidak tahu. Bukankah pertama-tama kita hanya melakukan hal yang biasa kita lakukan, kemudian kita melakukan hal yang kita mampu lakukan. Jebakan ada pada langkah ketiga, kita ketagihan akan kebaruan yang merupakan kebiasaan lama untuk mencari sesuatu yang baru.

Perlu maju kalau sudah begini, ke langkah ke empat.
Apa?
Lupa.

Komentar (2)

leoamurist

@matheusaribowo

mmatheusaribowo

Pada akhir(awal)nya melupa, kan?

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41