AES458 Semacam Bermusyawarah

Gimana ya caranya menetapkan sebuah kesepakatan, tanpa mengorbankan salah satu kepentingan anggota. Soalnya kalau ada satu anggota yang kepentingannya tidak terakomodasi kesepakatan, jadinya bukan kepentingan bersama malahan jadi kepentingan kelompok yang mengorbankan satu orang.
Jadi memang perlu minimal satu kepentingan dari setiap orang terakomodasi, inilah kepentingan bersama dan kesepakatan perlu berlandaskan ini. Hanya gimana caranya, karena bahkan yang berkepentingan itu sendiri tidak bisa menemukan satu kepentingannya sendiri yang bisa terakomodasi bersama.
Satu dari banyak caranya bisa jadi pakai kategorisasi, dengan prinsip everything we see is a perspective and everything we hear in an opinion. Dalam kesadaran bahwa kita melihat situasi dan orang lain bukan sebagai apa adanya, melainkan dengan memasukannya ke kategori-kategori dalam benak kita.
Jadi, langkah pertama adalah kemukakan perspektif masing-masing akan suatu hal. Ceritakan saja ekspektasi atau dugaan atau tebakan soal apa yang kira-kira akan terjadi. Istilah lainnya adalah proyeksikan atau ramalkan akan jadi seperti apa nantinya. Berani saja kemukakan, toh hanya di dalam kelompok saja.
Langkah kedua, sampaikan opini masing-masing akan suatu hal. Ceritakan saja asumsi atau pengetahuan atau pengalaman merespon realita yang ada di hadapan. Istilah lainnya adalah bandingkan kemungkinan dan cek fakta untuk buka pilihan. Berani saja sampaikan, toh hanya di dalam kelompok saja.
Baru masuk ke langkah terakhir, pertimbangkan dan putuskan. Dari semua perspektif/ekspektasi/proyeksi dan opini/asumsi/refleksi yang sudah dikategorikan tadi, lihat dan temukan satu irisan dari semua kepentingan. Pilihan yang ditetapkan perlu mengakomodasi kepentingan semua, walaupun tidak semua kepentingan.
Ohya, sadari juga lapisan-lapisan kesadaran tiap orang. Bisa jadi kesepakatan yang ditetapkan berdasarkan keputusan yang paradoks. Misalnya, satu hal yang terpenuhi dari satu anggota ini adalah kepentingan dirinya untuk dibiarkan saja tanpa ditanya-tanya kepentingan dirinya apa. Tindak lanjutnya ya, batasan toleransi.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

