AES460 Si Apa Itu Seni

Saya pernah sekilas membaca tulisan dari buku Apa Itu Seni. Yang paling menarik perhatian adalah kalimat bahwa, seni itu sudah mati. Sudah habis. Sudah tidak ada lagi. Yang ada hanyalah adalah senimannya itu. Seni itu adalah senimannya itu sendiri.
Keinget juga kutipan jadul yang bilang kalau, the sculpture is the sculptor. Si apa itu adalah siapa itu. Apalagi di saat ini dengan bantuan teknologi, semua orang bisa saja membuat semua hal. Bahkan dengan menggunakan AI, banyak langkah teknis terpangkas.
Akhirnya, keinget lagi buku lama yang berjudul imaji dan imajinasi. Pada bagian yang membahas soal simulakrum. Yang saling bertemu berkait menjadi simulakra. Jadi, kalau seni adalah soal siapa, karya seni terbaik kita adalah diri kita sendiri. Siapa aku? Aku adalah… (cek ikigai)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

