AtomicEssay

AES463 Dewa Kerbau

leoamuristpenulis arsip2

Guru bukan dewa dan murid bukan kerbau, kira-kira begitu kata Soe Hok Gie. Mungkin, dulu kata-kata ini ditujukan kepada para siswa yang sedang belajar. Agar tidak mendewakan gurunya dan mengkerbaukan dirinya.

Sepertinya ini sepaket, mendewakan gurunya dengan cara mengkerbaukan dirinya sendiri. Seperti, tergantung pada apa yang diberikan oleh dewa kepada kerbau. Selalu meminta kepastian dan kejelasan dari dewa bagi kerbau.

Bahkan, menuntut kesempurnaan dewa karena begitu mengimani kalau dirinya kerbau. Makanya Rumi bilang, kita hanya bisa memberitahu orang yang sudah tahu. Kalau tidak begitu, seperti meminta vokal A kepada kambing, yang hanya bisa vokal B.

Sekarang, sepertinya kata-kata dan katanya itu lebih ditujukan kepada orang tua para siswa. Karena sadar tidak sadar, mereka lah yang mendewakan para guru dan mengkerbaukan para murid. Dengan segala tuntutan kepastian.

Apakah tuntas kalau semua kepastian itu diberikan dan diterima, sehingga semua berjalan sesuai keinginan? Apakah dengan kendali orang tua para siswa itu, terciptalah para kerbau dan dewa kerbau? Tidak, sepertinya.

Malah terciptalah monyet, sepertinya sih. Seperti kata Soe Hok Gie lagi, “Kehidupan sekarang benar-benar membosankan. Saya merasa seperti monyet tua dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja (karya) lagi.” Terkurung kesudah pastian.

Lah, siapa yang ngurung? Jangan-jangan si kambing tadi ya!? Hmmm… Beeeeeee’ Gitulah kura-kura. Eh, kira-kira. Pun, kutipan ini bukan hanya untuk guru & murid dalam konteks sempit. Aslinya dalam konteks luas malahan. Pemimpin & peserta (bukan pengikut). Ketua & anggota. Kantor & lapangan.

Kerbau dan dewa. Kambing dan monyet. Kura-kura & kira-kira. Kecoak dan kupu-kupu, eh… ini sih lagunya band netral.

Reff:
Dua sisi dua muka

Dua wajah yang berbeda
Kecoa dan kupu-kupu
2x

Komentar (1)

Mega

Mbaca judulnya tadi saya kira kak Leo lagi ngebahas dewa kerbau di sun go kong. Eh itu mah siluman kerbau ya. Lagi belajar jd ortu yg tidak mendewakerbaukan sekolah nih.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41