AtomicEssay

AES464 Menangkap Langkah

leoamuristpenulis arsip2

Bukan menangkap kaki dengan gigitan. Sudah jelas treknya, sudah jelas arahnya, sudah tertentu durasinya, atau jumlah putarannya. Tangkap saja langkahnya, dengan penginderaan dan pengertian.

Tentu saja akan berbeda, menangkap langkah dari sisi lapangan dengan menangkap langkah dari mengikuti di belakang. Bahkan berbeda jauh dengan, menangkap langkah dari memberi contoh di depan.

Perbedaannya ada di napas (spiritus) saja koq. Yang di pinggir lapangan mengikuti pergerakan dari satu titik diam, tidak akan sengos-ngosan yang ikut bergerak bersamaan. Jadi inget teori relativitas gerak.

Apalagi kalau sambil diajak berbincang. Yang pada satu titik diam akan banyak sekali, berbeda dengan yang ikut bergerak. Perlu berbagi napas soalnya. Lagipula, napas yang baik kan yang lambat, sedikit, dalam.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41