AES473 Terlalu Banyak Tahu

Mungkin kita terlalu banyak tahu, sehingga tidak mau tahu lagi. Yang penting sudah tahu, jadi yasudahi saja dulu. Cukup dan tidak mau diberi tahu lagi. Demikianlah ketidak tahuan menjadi ada, baik dari yang diberi tahu juga dari yang memberi tahu keduanya sama-sama tidak tahu.
Yang diberi tahu menolak tahu, makanya tidak ada kebaruan dari pergerakannya yang hanya mengulang-ulang yang diketahuinya saja. Yang memberi tahu menolak tahu, makanya tidak ada pergerakan dari kebaruan yang hanya menambah-nambahkan perkataan. Keduanya sama-sama tidak tahu, karena terlalu banyak tahu.
Sehingga tidak mampu untuk, tidak tahu yang adalah dasar pengetahuan. Tidak bisa mengisi gelas yang penuh kalau belum dikosongkan, tidak bisa mengosongkan gelas kosong kalau belum dipenuhi. Makanya tidak ada pergerakan dan pencapaian dari yang tidak mengisi lalu membuang lalu mengisi lalu membuang lagi seterusnya.
Memberi tahu jadi tidak memberikan apa-apa, diberi tahu jadi tidak menerima apa-apa, karena keduanya sama-sama tidak tahu karena terlalu tahu. Memberi tahu jadi membuka gerbang daya kreasi, diberi tahu jadi memicu kebaruan imaji, ketika keduanya sama-sama berani untuk menidak tahukan diri dan menindak lanjuti sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
