AES478 Berpikir

Terlintas kutipan dari salah satu filsuf kuno yang saya lupa namanya hanya ingat katanya, “Kita tidak akan pernah bisa mengajarkan apa yang perlu dipikirkan, tetapi kita bisa mengajarkan bagaimana cara berpikirnya.” Persoalannya, “Kita hanya bisa mengajari orang yang sudah terpelajar, seperti kita hanya bisa memberi tahu orang yang sudah tahu.” Di luar prinsip itu, “Kesalah pahaman adalah keniscayaan.”
Lalu lanjut penasaran, dengan yang namanya computational thinking dan berakhir di salah satu video yutub. Durasi yang singkat dari video ini justru membuat belajar cara berpikir jadi terasa segar, beda ya dengan ceramah panjang berputar-putar yang akhirnya mengarahkan kepada apa yang perlu dipikirkan. Yang kedua ini terasa sesak sih, jadi seperti selalu salah mikir karena selalu ada koreksi alih-alih koneksi.
Dari video itu, ada enam tahapan berpikir komputasional (terjemahannya bisa dikoreksi). Dekomposisi, menguraikan satu cerita besar jadi langkah-langkah kecil. Penemuan pola, dari beberapa penguraian tadi ada langkah-langkah yang memiliki pola dan inilah yang dipilih. Abstraksi, menciptakan cerita baru yang mengakomodasi langkah pola terpilih itu.
Algoritma, menyusun langkah-langkah baru yang dapat dipergunakan untuk merespon cerita serupa. Alasan logis, menetapkan syarat-syarat tertentu terkait keberlanjutan langkah ke arah tertentu. Pengembangan, beberapa kali penerapan dan respon terhadapnya selalu menampilkan hal yang perlu disesuaikan agar tetap relevan.
Melampaui semua apa dan bagaimana yang tertulis ini, soal kenapa tetap jadi landasan untuk berpikir. Kenapa satu orang berpikir sebegitu dalam dan luasnya, sedangkan yang lain sebegini dangkal dan sempitnya? Jawabannya untuk apa? Untuk menentukan mana yang menaungi dan mana yang dinaungi dalam satu koneksi, bukan untuk menetapkan mana yang betul dan mana yang salah dalam satu koreksi.
Bonus satu kutipan lagi deh, “Kesombongan terbesar seorang manusia adalah bahwa ia ingin dimengerti.”
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
