AtomicEssay

AES483 Hidup

leoamuristpenulis arsip2

Soal pertanyaan untuk apakah saya hidup? Setelah ditelaah lebih dalam, ternyata pertanyaan ini semacam pertanyaan palsu. Karena ini muncul dari pola yang kita rasakan dan temukan selama ini, yaitu setiap malam kita mati dan setiap pagi kita hidup kembali. Kepercayaan diri bahwa pola berulang ini tidak memiliki masa kadaluarsa membuat kita berani untuk memproyeksi memori masa lalu ke masa depan, yang terindikasi dari pertanyaan palsu itu. Kalau begitu, bisa jadi pertanyaan aslinya adalah dengan membuang kata untuk. Apakah saya hidup?

Lalu muncul soal baru dengan pertanyaan, hidup itu apa? Salah satu yang bisa jadi jawaban adalah dengan pendekatan bahwa hidup adalah soal merespon realita sekitar dan sekeliling kita, yang melingkupi kita. Untuk sekarang ini, mudah lho membandingkan mana yang hidup dengan mana yang tidak hidup dengan pendekatan tersebut. Karena ada AI dan robot yang bisa bersikap dan bertindak seperti manusia, tetapi mereka itu bukan manusia karena mereka tidak hidup. Sedangkan manusia ini hidup. Kalau hidup adalah merespon realita, kita manusia merespon realita itu. Sedangkan robot & AI merespon ukuran yang merepresentasikan realita! Eh, bentar... kita merespon realita kan? Kita gak merespon ukuran kan¿

Panta Rhei! Tidak pernah ada orang yang dapat melangkah kepada aliran yang sama untuk kedua kalinya dan seterusnya, karena alirannya telah berbeda dan orang tersebut pun sudah berbeda. Kita memahami hidup dengan melihat ke belakang, sedangkan kita (menjalani) hidup dengan melihat ke depan. Bisa aja sih kita hidup dengan berjalan ke depan sambil melihat ke belakang, pake kaca spion. Yang penting kaca spion-nya gak sebesar cermin belokan jalan aja, ntar malah gak bisa ngelihat ke depan. Eh, ntar... bisa jadi AI & robot itu jalan ke depan tanpa melihat ke depan makanya gak hidup. Karena yang direspon adalah ukuran yang baru bisa dari melihat ke belakang, melihat jejak kita manusia yang sudah berjalan duluan bersama kehidupan dalam kehidupan dan adalah kehidupan itu sendiri. duh, jadi lapar.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41