AtomicEssay

AES487 Jebakan Pengetahuan

leoamuristpenulis arsip2

Pengetahuan membuat kita semakin banyak melihat kemungkinan, lalu masuk ke dalam jebakan paradoks pilihan. Seringkali jadinya menutup peluang dari banyak kemungkinan tersebut, dan terpaku pada satu keseharusnyaan. Seperti judul film jadul pintar pintar bodoh rasanya, semakin pintar semakin bodoh semakin luas semakin sempit dan semakin dalam semakin dangkal.

Hal ini berlaku sebaliknya lho, semakin dangkal semakin dalam semakin sempit semakin luas dan semakin bodoh semakin pintar. Kalau dengan kesadaran bahwa dasar dari pengetahuan adalah ketidaktahuan bukannya pengabaian dan melanjutkan kemungkinan pada peluang, muncullah satu tindakan yang dapat menyatakan seribu gagasan.

Semakin banyak pencapaian untuk menyatakan satu gagasan, jadi penerus penanggung warisan keinginan dari masa lalu. Semakin sedikit tindakan untuk memenuhi satu kecukupan, jadi mendapatkan semua kebaruan yang diperlukan untuk masa depan. Masa kini tetaplah sebentuk wadah yang bisa diisi dengan jawaban, “masa bodoh!” Yang bikin sibuk. Atau diisi dengan pertanyaan, “masa bodoh?” Yang bikin santai.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41