AtomicEssay

AES491 Normalisasi Normalisasi

leoamuristpenulis arsip2

Belakangan ini seringkali muncul di media sosial suatu ajakan, untuk berhenti menormalisasi perilaku yang tidak pantas. Misalnya berhenti menormalisasi perilaku parkir di trotoar, atau juga berhenti menormalisasi perilaku menyenangkan orang lain. Untuk saya, hal ini rasanya sekadar luapan pemikiran menjadi perkataan yang kurang efektif dilaksanakan.

Memang hal tersebut efisien, karena tidak membutuhkan usaha lebih dari postingan di media sosial. Juga, tidak membutuhkan upaya lebih dari meriuhkan keadaan orang-orang sepemikiran. Hanya ini kurang efektif, kalau pergerakan terjadi di dalam kelompok terbatas yang homogen dengan harapan perubahan kepada lingkungan luas yang heterogen.

Realita akan mengalir seada-apanya, bukan seapa-adanya. Melalui hukum alam, yang ada ya ada dan yang tidak ada ya tidak ada. Juga prinsip bahwa, yang sudah ada memang sudah sepantasnya ada dan tidak bisa ditiadakan. Maka kalau ada normalisasi, penanganannya juga dengan mengadakan normalisasi bukan dengan menafikan adanya normalisasi.

Kalau ada normalisasi perilaku parkir di trotoal, adakanlah normalisasi menempelkan stiker dengan lem super kuat di kendaraan yang terparkir itu. Kalau ada normalisasi perilaku menyenangkan orang lain, adakanlah normalisasi mengurangi keterlibatan dengan orang yang ingin disenangkan melulu.

Bahkan adanya normalisasi mengadakan nornalisasi itu pun, bisa direspon dengan mengadakan normalisasi menghadang orang-orang yang melakukan normalisasi. Akhirnya kembali seperti yang disebutkan pada paragraf pertama di kalimat pertama. Sama sekaligus beda, sama bentuknya beda kedalaman pemahaman(dari pengalaman)nya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41