AES497 Tidak Bisa Sama

Karena tidak mampu membedakan, makanya menyama-nyamakan. Karena tidak sadar keniscayaan, seringkali berhenti oleh kesudahpernahan. Karena tidak memahami, wajar kalau berkali-kali bilang sudah tahu dan sudah cukup saja.
Seperti pada pengamatan, untuk ukuran yang sama pun selalu beda. Tidak pernah ada yang sama pada ukuran nano piko, apalagi yang lebih kecil daripada itu. Tidak bisa dua objek amatan menempati satu ruangwaktu yang sama, satu objek satu tempat.
Bahkan dengan pengabaian skala nano piko dst., yang membuat bisa dianggap ada dua atau lebih objek amatan pada satu tempat. Pengamatnya berbeda-beda. Beda orang, beda waktu, beda keadaan, dan beda sudut amatannya. Pada skala nano piko dst.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

