AES499 Melihat Besar Dari Rasionalitas

Perbandingan adalah dasar dari ukuran, besar kecil sedang bahkan cukup adalah soal rasio. Melihat gambaran besar tidaklah serta merta, perlu ada yang sempit sampai terlalu sempit dan luas sampai terlalu luas. Demikianlah gambaran menjadi besar dan dapat terlihat.
Seperti kemasuk akalan, yang sangat bergantung pada kapasitas akal untuk menampung sesuatu. Perlu pas, baru dibilang masuk akal. Kekecilan maupun kebesaran, seringkali dilabeli tidak masuk akal. Ini bukan soal masuk atau tidaknya, justru ini soal akalnya.
Rasionalisasi yang mampu diciptakan akal bergantung pada fleksibilitasnya. Seberapa cepat akal menciut untuk memasukan yang kecil kemudian seketika mengembang untuk memasukan yang besar. Besar dan kecil itu soal perbandingan, kecepatannya itulah yang kita bilang rasional.
Kita? Ah, saya aja sih ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
