AES5 Whoosh - Whoosh!

Sebagai seorang Ibu yang seringkali harus menjadi "Remote-Mother" , kebersamaan secara fisik dengan keluarga adalah sesuatu yang sangat mahal. Sabtu ini pun terpaksa melewatkan POT, karena ada pekerjaan yang menempatkan saya harus berada di Jakarta. Tetapi rasa rindu pada anak sangatlah mendesak sehingga tak sanggup saya untuk tak pulang. Untunglah manusia-manusia pintar telah menggunakan kecerdasannya menghadirkan teknologi transportasi yang memotong tiga jam perjalanan Bandung Jakarta menjadi hanya tiga puluh menit.
Isi kepala saya bercabang-cabang, jika seorang ilustrator menggambarkannya, mungkin seperti logo merk fashion ternama yang didirikan seorang desainer Italia. Wajah saya tak lagi beraturan, terdistorsi banyak urusan. Setiap helai rambut sudah seperti hewan melata yang saya takuti, venomous and menacing. Tetapi cinta akan meredupkan petrifying gaze yang dilahirkan tekanan pekerjaan, dan memunculkan tatap lembut yang tergerak rasa sayang mendalam pada makhluk yang ada di dunia ini karena pilihan saya. Lahirlah pemikiran cara untuk melakukan kegiatan bersama dalam waktu yang sangatlah terbatas.
Rasa bahagia haruslah ditandai, seperti kalimat indah pada buku yang diwarna-warnai, agar tak terlupakan. Merayakan kegembiraan ini, saya berupaya belajar berkomunikasi dengan anak dengan mewawancarainya tentang pengalaman menaiki kereta cepat.
Proses wawancara dilakukan secara lisan, direkam, kemudian dituliskan dengan proses penyuntingan untuk memudahkan pembaca memahami isi tanpa merubah makna di- posting tentang hal ini dengan persetujuan sang narasumber.
Sebelum naik kereta ini, apa yang terbayangkan tentang kereta cepat, dan setelah naik kereta apa yang berbeda dari bayangan sebelum naik kereta cepat?
Saya sempat mendengar bahwa kecepatan kereta bahkan bisa melebihi 350 KM/Jam, saya tidak dapat membayangkan kecepatan tersebut. Saya kira saya dapat mengambil foto, sekalipun saya berhasil klik pada kamera ponsel saya, ternyata hasil foto pemandangan dari luar jendela tidak jelas, karena goyang. Saya sempat mencoba mendirikan selembar kertas yang dilipat, seperti yang saya lihat di video, ternyata hal ini benar bisa dilakukan karena kereta cepat bergerak stabil. Saya sempat berpikir video yang saya lihat itu sekedar rekayasa ternyata itu adalah benar adanya. Saat kereta mencapai kecepatan 350 KM/Jam saya sempat merasa agak pusing.
Sebagai sesuatu yang baru tentu ada yang mendapat manfaat dan ada yang dirugikan, apakah itu dan siapa yang mengalaminya?
Masyarakat banyak menikmati manfaatnya karena menghemat waktu, Bandung-Jakarta hanya ditempuh dalam waktu 30 menit. Mereka yang mengalami kerugian adalah mereka yang tanahnya digunakan untuk membangun jalur kereta, rumah mereka harus digusur. Selain itu mereka yang rumahnya dekat dengan jalur kereta, karena menjadi berisik, kereta cepat berjalan tiap hari dan jeda waktu antar kereta juga dekat jadi pastilah sangat ramai.
Pembangunan kereta cepat Bandung-Jakarta ini melibatkan pihak asing, bagaimana tentang hal ini?
Dalam pembangunan kereta cepat ini ada orang-orang dari Negara China. Ini adalah efek globalisasi. Ini ada dampak positif dan dampak negatifnya. Hal yang positif kita mengalami kemajuan teknologi, dan kita mendapatkan fasilitas yang cukup bagus. Tetapi ada kerugiannya, karena kita menggunakan uang negara untuk membangun dan kita membeli dari negara lain.
Apakah ada pesan untuk pihak yang telah berhasil mengoperasikan kereta cepat di Indonesia?
Tidak ada pesan khusus yang ingin disampaikan. Terimakasih. Sekalipun dalam operasional kereta ada kesalahan, tetapi kesalahan itu bisa menjadi hal yang lucu dan menghibur. Seperti tadi pada saat akan tiba di Halim petugas mengumumkan akan tiba di tegal Luar. Penumpang pun tertawa bersama karena ini berarti kita kembali ke tempat awal kereta berangkat. Petugas pun masih berlatih, keraguan akan menyapa penumpang atau pelanggan. Petugas sigap secara profesional mencoba memperbaiki kesalahannya.
Demikian wawancara sembilan menit lima puluh enam detik yang dilakukan seorang ibu yang terkantuk-kantuk, dan anak yang dengan teliti mencermati pertanyaan sang ibu yang kadang melantur.
Kiranya tulisan yang mengguratkan kenangan bahagia ini membuat senang yang membacanya, dan mengilik teman-teman lainnya untuk terus bercerita berbagi makna yang memperkaya jiwa.
PS: Terimakasih narasumber kesayangan untuk kesediaannya
Ilustrasi : dok pribadi , asset Canva
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES9 Tetamu
Bersyukur ternyata salah satu cara murah untuk mendapatkan kebahagiaan, mendatangkan tenaga yang tak terkira, dibandingkan sumpah serapah keluhan yang dapat dipastikan menguras semua kebaikan. Tamu memang tak dipungkiri hal yang sering menjadi merepotkan. Jika dulu mama selalu menyiapkan persediaan…

AES8 Flora and Son: Jejaring dan Menjaring
Dari satu kenal yang lain, dari satu ilmu belajar hal yang lain. Terus menerus benang itu tak pernah putus kait mengkait sampai mungkin kita lupa dimana ujungnya, dan berjalan seperti tak berpangkal merambah ke hal-hal yang tak pernah kita duga. Setelah menerima hasil tes sidik jari, konsultasi psi…

AES7 Menulis
Konsep bahwa segala sesuatu terjadi atas suatu alasan menunjukkan keterkaitan peristiwa dalam hidup dengan tujuan atau makna, meskipun pandangan tiap individu terhadap ide ini dapat bervariasi. Tetapi saya mempercayai adanya benang yang tak terlihat yang saling terhubung pada tiap kehidupan di muka…
