AES9 Tetamu

Bersyukur ternyata salah satu cara murah untuk mendapatkan kebahagiaan, mendatangkan tenaga yang tak terkira, dibandingkan sumpah serapah keluhan yang dapat dipastikan menguras semua kebaikan. Tamu memang tak dipungkiri hal yang sering menjadi merepotkan. Jika dulu mama selalu menyiapkan persediaan camilan ringan, karena kadang sering ada yang datang tanpa janjian, entah tetangga, entah kawan kerja, atau saudara. Tugas yang saya banggakan adalah mengantar kopi atau teh ke ruang tamu, menyajikannya dengan sopan, tanpa ada air yang terciprat di tatakan. Sekarang ini adalah hal yang langka. Seringkali ruang-ruang tamu berisikan kursi-kursi sofa cantik yang berfungsi sebagai pajangan, hanya menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya di masa hari raya. Bahkan beberapa sudah menghapuskan ruang tamu dari tata letak rumah. Hanya ada ruang keluarga, dimana TV menjadi sentra. Sementara dulu setelah tugas mengantar makanan, menyalami semua tamu, kami yang masih bocah akan melanjutkan kegiatan dengan duduk di ruang tengah alias ruang keluarga, karena di ruang tamu adalah tempat sakral untuk obrolan orang tua. Sekarang amat sangat jarang ada tamu dadakan, jauh sebelum ketibaan, whats app sudah berdentang memberi pemberitahuan. Seperti whats app yang saya terima pagi tadi, seorang kawan terbang dari Bali menuju Jakarta dan meminta izin singgah.
Gadis cantik berparas asia, warga negara China yang besar di Amerika, jatuh hati pada Indonesia, perlu melakukan beberapa wawancara kerja di Jakarta. Ia bertaruh, mencari peruntungan bekerja dengan bayaran apa yang dia terima sebelumnya, asal bisa menjadi alasan untuk punya izin tinggal, dan pendapatan pas-pas-an untuk bayar kontrakan serta makan di Bali. Pengorbanan demi bisa menikmati suasana negara kita, yang sering kita hujat sendiri. Tamu ternyata adalah rezeki. Saya sekedar menyediakan kopi dan makanan kebanggaan warga negeri ini: I**omie, tapi balasannya tidaklah sederhana. Ia membantu saya memecahkan masalah kronik tinggal sendirian. Aroma parfum yang bukan milik saya memberi suasana berbeda di rumah mungil ini, ada kehangatan tergetar dari tiap gerak yang dibuatnya. Saya tak sendiri hari ini, duduk di meja bekerja, dengan suara-suara ketikan computer orang lain. Kami tak banyak bicara, karena saya masih harus menulis urusan kerja sementara ia mempersiapkan presentasi untuk sore nanti. Manusia tak pernah bisa benar-benar sendiri sahih terbukti. Ia menghilangkan sepi. Inilah rezeki yang saya syukuri hari ini. Apa yang menjadi rezeki hari ini untukmu kawan?
Image Credit: canva.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES8 Flora and Son: Jejaring dan Menjaring
Dari satu kenal yang lain, dari satu ilmu belajar hal yang lain. Terus menerus benang itu tak pernah putus kait mengkait sampai mungkin kita lupa dimana ujungnya, dan berjalan seperti tak berpangkal merambah ke hal-hal yang tak pernah kita duga. Setelah menerima hasil tes sidik jari, konsultasi psi…

AES7 Menulis
Konsep bahwa segala sesuatu terjadi atas suatu alasan menunjukkan keterkaitan peristiwa dalam hidup dengan tujuan atau makna, meskipun pandangan tiap individu terhadap ide ini dapat bervariasi. Tetapi saya mempercayai adanya benang yang tak terlihat yang saling terhubung pada tiap kehidupan di muka…

AES7 Cerita Soal Cerita
Belum genap 2 minggu saya meninggalkan pulau itu, mendadak Bali kembali, mengejar beberapa orang yang hanya bisa ditemui disana di sela liburannya. Saya pun menyela pekerjaan untuk mengisi kembali energi saya yang banyak terkuras, tak hanya urusan kerja. Tetapi urusan-urusan anak yang menjadi tangg…
