AtomicEssay

AES6 Pertemuan

Dhipie Kuronpenulis arsip2

Serendipity! Sangat drama. Tapi itulah yang terjadi. Saya menjemput Ibu saya yang datang dari Bandung dengan kereta yang tercepat di Indonesia pada hari Sabtu. Antrian taxi mengular, karena di masa promosi banyak para pekerja Jakarta yang berdomisili di Bandung mengalihkan moda transportasi karena harga yang sama. Saya bertanya pada petugas berseragam biru tentang ketersediaan taksi, suara saya memang keras, tentu berakibat menarik perhatian tak hanya petugas tapi orang sekitar, saya mengedarkan pandang untuk memastikan tak terlalu banyak gangguan yang saya buat. Bukannya meredam suara, saya makin berteriak, memanggil nama seseorang yang ada di baris antrian pertama. Ada seorang kenalan, jumpa kembali tepat satu tahun dari pertemuan kami sebelumnya. Saya terlalu senang bertemu orang ini , saya dan dia berpelukan dengan erat melepaskan kangen. Orang baik, vibes yang diberikannya selalu membawa saya ke perasaan nyaman. Ketenangan dan senyum pria muda seorang pemimpin perusahaan yang meninggalkan kemewahan dari pekerjaan  sebagai salah satu pimpinan di perusahaan multinasional. Untunglah segera saya sadar saya harus kembali ke barisan belakang, tiga puluh baris antrian lainnya bisa menuduh saya sekedar cari-cari alasan untuk menyela, jika saya teruskan obrolan itu.

 Kenalan saya ini beralih ke dunia pendidikan dan tenaga kerja, membangun usaha di penghujung pandemik, sebagai respon terhadap kondisi di Bali, tempatnya menyingkir saat kita harus diam dalam rumah. Saya sempat akan beralih bekerja bergabung bersamanya dan beberapa kawan yang memilih memanusiakan manusia. Tetapi urusan dompet akhirnya memberatkan saya mengambil pilihan pekerjaan yang sekarang, mengalahkan semua kebaikan dari social enterprise yang dibangun kenalan saya ini. Mereka bukan yayasan karena yayasan tak mencari keuntungan, mereka melembaga sebagai perusaahaan terbatas yang tentu mencari keuntungan, tetapi bisnis mereka bertujuan untuk kepentingan masyarakat banyak, menjawab rasa kepedulian pada permasalahan pengangguran di Bali yang kala itu betul terhantam dan tersadar perlunya ketrampilan tambahan untuk bertahan. Sangatlah jujur dan mulia.

Tahun lalu kami bertemu di Bali, untuk bekerjasama di satu acara awalan usahanya. Hari ini saya kembali terbang kembali ke Bali untuk tujuan yang berbeda. Kalau yang lewat adalah berjualan untuk kemaslahatan mereka yang tak memiliki akses pada pengembangan keterampilan untuk bersaing di pasar kerja, selepas sekolah menengah atas.  Mereka yang tak memiliki pilihan untuk melanjutkan pendidikan.  Ya... "jualan" saya saat itu: membantu mereka menemukan karir yang tepat sesuai minat dan bakat, kemudian menghubungkan mereka dengan pemberi kerja. Tahun ini saya di Bali menyasar para pengusaha kaya yang berkumpul dalam pertemuan tahunan sebuah asosiasi. Menjual ramalan pasar yang bukan dihasilkan para ahli nujum, tetapi hasil penelitian serta analisa mendalam dari data historis ditambah kumpulan informasi terbaru. Mereka yang pandai menggunakannya akan memperoleh makin banyak kekayaan dari penghematan atau keuntungan. Ah tujuan yang sangat berbeda pada dasarnya sekalipun sama-sama jualan. Tetapi itulah aliran kehidupan yang berkelak-kelok, seperti sungai-sungai tahun ajaran ini menjadi nama kelas-kelas di Semi Palar.

Pertemuan, baik itu disengaja maupun tidak disengaja selalu memiliki tujuan. Semua yang ada di sekitar kita adalah alat bantu pengingat, membantu kita dalam proses belajar. Teman, apa temuan yang kau alami hari ini? Semoga apapun itu membantu kita menemukan jalan menuju tujuan kehidupan. Kutunggu ceritamu juga yang akan menemani perjalananku kali ini.

Late Post : ditulis di akhir bulan Oktober - awal November 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES9 Tetamu

Bersyukur ternyata salah satu cara murah untuk mendapatkan kebahagiaan, mendatangkan tenaga yang tak terkira, dibandingkan sumpah serapah keluhan yang dapat dipastikan menguras semua kebaikan. Tamu memang tak dipungkiri hal yang sering menjadi merepotkan. Jika dulu mama selalu menyiapkan persediaan…

Dhipie Kuron30
AtomicEssay

AES8 Flora and Son: Jejaring dan Menjaring

Dari satu kenal yang lain, dari satu ilmu belajar hal yang lain. Terus menerus benang itu tak pernah putus kait mengkait sampai mungkin kita lupa dimana ujungnya, dan berjalan seperti tak berpangkal merambah ke hal-hal yang tak pernah kita duga. Setelah menerima hasil tes sidik jari, konsultasi psi…

Dhipie Kuron20
AtomicEssay

AES7 Menulis

Konsep bahwa segala sesuatu terjadi atas suatu alasan menunjukkan keterkaitan peristiwa dalam hidup dengan tujuan atau makna, meskipun pandangan tiap individu terhadap ide ini dapat bervariasi. Tetapi saya mempercayai adanya benang yang tak terlihat yang saling terhubung pada tiap kehidupan di muka…

Dhipie Kuron22