AES638 Antara Spirit dan Hal-hal Teknis

Beberapa waktu terakhir ini saya sedang banyak memikirkan dan merenungkan soal ini. Ditambah juga dengan beberapa obrolan ke sana dan ke sini dengan beberapa kakak Smipa di berbagai kesempatan. Sudah sering ngobrol memang - tapi obrolan saya belakangan ini dilatari upaya untuk memahami betul apa yang disebut dengan dua hal tersebut di atas ini, tentang Spirit dan Kompetensi Teknis. Hal ini tentunya terkait dengan beberapa hal yang teramati di dalam dan di luar Smipa terutama dalam proses regenerasi yang sedang berusaha digulirkan di lingkungan Rumah Belajar Semi Palar.
Hal ini terkait juga dengan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Empat Tahun Kekosongan. Sebelumnya saya juga sempat menuliskan Tentang Spirit.
Yang Teknikal dan yang Spiritual
Dalam konteks kesinambungan sebuah gerakan atau eksistensi lembaga, kedua hal di atas menurut saya sama-sama penting. Kalau kompetensi bisa diterjemahkan sederhana sebagai ranah kemampuan teknis, keterampilan, hal ini lebih mudah dipelajari. Ini terkait dengan olah pikir dan olah jasmani, dua ranah yang paling mudah disentuh. Dua ranah inilah yang bisa disebut dengan ranah doing (melakukan). Jadi ini adalah ranah yang sangat teknikal sifatnya.
Lebih mendalam, spirit memegang peranan yang jauh lebih penting, karena spirit ini adalah merupakan dorongan keinginan atau drive untuk menggerakkan diri melakukan sesuatu. Motivasi yang didasarkan kesadaran ini datang dari dalam diri seseorang. Saya suka mengistilahkannya dengan the fire within. Karenanya saya memilih gambar di atas untuk menjadi ilustrasi di tulisan ini. Nah kalau ranah yang atas sifatnya teknikal, boleh dibilang hal ini ranahnya spiritual. Jadi ga bisa diolah hanya lewat olah pikiran atau olah jasmani, ranah spiritual ini hanya bisa disentuh lewat olah rasa. Akhirnya ini adalah sesuatu hal yang sifatnya being bukan sekedar doing.
Dari luar memang tidak kelihatan. Dua orang guru, bisa melakukan hal yang sama di kelas bersama murid-muridnya. Tapi bisa jadi yang satu hanya sekedar mengajar, tapi yang kedua betul-betul hadir sepenuhnya, menghayati kediriannya sebagai seorang guru.
Dalam ranah religiusitas, hal ini nyambung dengan apa yang diistilahkan dengan ritual dan spiritual. Ada orang-orang yang tampaknya sangat kuat ritual keagamaannya - tapi spiritualitasnya tidak begitu kuat. Ada juga yang sebaliknya. Orang-orang yang sangat kuat spiritualitasnya walaupun ritual keagamaannya biasa-biasa saja bahkan tidak terlihat. Begitulah soal spirit, antara soal being dan doing. Di agama saya pun dengan mudah hal ini teramati. Saat beribadah tampak sangat khidmat, selesai ibadah, sudah tampak marah-marah saat berebut keluar dari area parkir. Ya demikianlah manusia. Kembali lagi ini adalah ranah kesadaran dan pengelolaan diri. Ini adalah gambaran kompleksitas makhluk yang disebut manusia. Human Being, yang katanya paling cerdas, tapi paling juga mudah jadi sumber masalah.
Menutup tulisan ini, di titik ini, sepertinya kita semua sedang disadarkan, bahwa tidak cukup sekedar tahu dan mampu bagaimana melakukan sesuatu, memahami dan melaksanakan hal-hal teknis - tapi tanpa memahami dan menghayati spirit yang ada di balik apa yang kita lakukan. Kalau begitu akhirnya kita tidak ada bedanya dengan robot yang diprogram untuk mengerjakan sesuatu. Inilah bedanya manusia, human being. Our being is very important as we are doing something. Salam.
Photo by Dương Nhân: https://www.pexels.com/photo/photo-of-flames-2278646/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES840 Garuda Gagah di Sore Cerah
Memasuki bulan September, dulu kita ingat bahwa salah satu hari di bulan September dijadikan Hari Kesaktian Pancasila. Kebenarannya sejarahnya memang bisa dipertanyakan, tapi kesadaran bahwa Pancasila adalah Sakti dan jadi pelindung bangsa dan negara Indonesia. Hal yang perlu terus kita yakini bers…

AES791 Bendera, Upacara dan Spirit Ke-Indonesia-an
Setiap tanggal 17 Rumah Belajar Semi Palar menyelenggarakan Upacara Bendera. Ritual penghormatan Sang Merah Putih dan pengkhidmatan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang udaranya bisa kita hirup dalam-dalam setiap harinya saat ini. Pagi harinya, saya menerima sebuah video pendek dari mas…

AES784 Transisi menuju Mandiri
Posting ini saya tuliskan terkait apa yang jadi bahasan bersama @paulinusunil dan @antoniomilo. Dua teman alumni Smipa (KPB) yang mengundang saya ngobrol tentang beberapa pemikiran mereka. Obrolan itu kemudian memantik ingatan saya kembali ke salah satu video yang saya letakkan di bawah ini. Juduln…
