AtomicEssay

AES697 Mengenal Koji Yakusho

Andy Sutiosopenulis arsip2

Ini tulisan ke empat saya yang terinspirasi dari filem Perfect Days. Sejujurnya filem ini sekarang sedang menjadi sumber belajar saya yang boleh dibilang paling penting. Kemarin sore setelah mengajak kakak-kakak Smipa menonton ulasan filem ini dari kanal youtube Tom's Thoughts yang menyoroti filem ini dari perspektif mindfulness atau MuShin, hari ini saya tergelitik untuk mengenal lebih jauh sosok pemeran Hirayama-san di filem tersebut. 

Kemudian saya mengikuti wawancara Koji Yakusho bersama Tom Powers - sepertinya dalam kesempatan filem Perfect Days ini sedang ditayangkan di sebuah festival filem di Toronto, Canada. Video wawancaranya saya tempatkan di bawah ini.  

 

Kenapa wawancara ini berkesan bagi saya - dalam konteks mengenal sosok Koji Yakusho adalah pertanyaan pembuka dari Tom yang kurang lebih seperti ini (saya terjemahkan lepas)

Q: "Apakah memerankan Hirayama dalam filem ini menantang buat anda karena di sepanjang filem ini nyaris tidak ada dialog yang harus diucapkan?"  

Dan jawaban Koji adalah :

A: "Wah saya tidak terlalu suka filem yang banyak dialognya", lalu ia melanjutkan "Kata-kata itu saya pikir penting, tapi sebuah filem menjadi sangat kuat (powerful) di dalam momen-momen di mana tidak ada kata-kata di dalamnya"

Whoa... keren banget kan... I am definitely a fan. Saya pikir ini sangat berkorelasi dengan apa yang sering kita bahas - kita diskusikan melalui kata-kata silence, emptiness, suwung dan lainnya.  

Lebih jauh dari itu saya melihat Koji Yakusho sebagai seseorang yang sangat rendah hati. Luar biasa. Sosoknya saya lihat tidak jauh dari sosok Hirayama yang diperankannya. Pemikirannya, sikap-sikapnya sangat mengesankan buat saya. Seperti halnya saya menyukai Morgan Freeman atau Robin Williams, sekarang saya punya aktor favorit satu lagi yaitu Koji Yakusho. Sosok yang bagi saya sangat karismatik. 

Entah karena filem Perfect Days ini hadir pada saat yang tepat dalam kehidupan saya dan juga Semi Palar, saya pikir ini juga bukan sebuah kebetulan. Kemarin saya membuka Hari Belajar Kakak Smipa dengan doa dan salah satu yang saya bawakan dalam doa adalah sebuah kutipan yang berbunyi Kalau sang murid sudah siap, sang guru akan hadir. When the student is ready, the teacher will appear. Hal ini sangat saya yakini. 

Dan tentunya, terima kasih semesta yang telah menghadirkan sosok Hirayama dan segala inspirasinya yang hadir diperankan oleh Koji Yakusho - sosok yang tak kalah istimewa. Salam. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES836 Titipan dari Herry (alm)

Sejak minggu malam, banyak dari kita teralihkan perhatiannya ke dalam peristiwa kepergian sahabat kita Herry, suami dari Ria, ayah dari Evan dan Davin yang sekian belas tahun jadi bagian dari keluarga besar Semi Palar dan berbagai dinamika interaksi di dalamnya. @joefelus, saya juga sempat menulisk…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES791 Bendera, Upacara dan Spirit Ke-Indonesia-an

Setiap tanggal 17 Rumah Belajar Semi Palar menyelenggarakan Upacara Bendera. Ritual penghormatan Sang Merah Putih dan pengkhidmatan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang udaranya bisa kita hirup dalam-dalam setiap harinya saat ini. Pagi harinya, saya menerima sebuah video pendek dari mas…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES611 Bubur Valentine

Saya pikir semua warga Semi Palar kenal Bubur Valentine. Mudah-mudahan juga sudah pernah mencicipi bubur ayamnya yang enak itu. Minggu lalu saya berangkat ke Smipa menggunakan ojek online. Karena belum sarapan, mendadak muncul ide untuk berhenti dulu di bubur Valentine dan mengisi logistik pagi dul…

Andy Sutioso30