AES73 Kembali ke Diri

“Kamu akan sendiri. Maka kembalillah pada dirimu yang sejati” - Emha Ainun Najib
Sekitar tiga tahun lalu, sewaktu masih menulis di Ning, saya pernah menuliskan bahwa pertama kalinya kembali menginjakkan kaki di Semi Palar serasa pulang ke rumah … Itulah yang saya rasakan saat itu, entah kenapa …
Tahun pertama di Semi Palar, saya seperti bercermin. Melihat ke dalam diri, menemukan lubang-lubang dalam diri yang merasa perlu untuk ditutupi.
Tahun kedua di Semi Palar, saya menemukan satu-persatu kepingan yang dapat menutupi lubang-lubang dalam diri, namun belum tahu bagaimana memasangkannya …
Tahun ketiga di Semi Palar, saya diperlihatkan tutorial cara memasang kepingan di tempat yang tepat, mengurai satu-persatu benang kusut dalam hidup …
Kenapa bisa begitu ya? Saya bertanya-tanya dalam hati. Ah … Biarkan saja, mungkin ini jalannya. Rasanya, aneh dan ajaib saja!
Ajaibnya, belasan tahun mencari jati diri, ingin punya keluarga, ingin punya rumah untuk pulang. Berkelana … Kesana kemari … Eh! Ketemunya disini … Di dalam diri.
Anehnya, tiga tahun bekerja di sebuah tempat, seharusnya bisa membuat saya menjadi pegawai senior yang sudah lebih banyak keahlian yang mumpuni. Tapi, di Semi Palar, di tahun ketiga malah semakin merasa tidak tahu apa-apa, semakin merasa harus banyak belajar, kesalahan masih kerap dilakukan. Tetapi, saya merasa lebih melihat jauh ke dalam diri. Serasa sedang menempuh jalan spiritual!
Tidak pernah lebih mudah … Tidak pernah lebih yakin … tetapi, saya merasa lebih tenang!
Semoga saya ada di jalan yang benar … Semoga perjalanan ini mempertemukan saya kembali ke diri yang sejati …
"Saya pikir kamu melakukan perjalanan untuk pencarian dan kamu kembali ke rumah untuk menemukan dirimu di sana." - Chimamanda Ngozi Adichie
Komentar (4)
Pengalaman saya, menemukan diri tidak ada habis-habisnya. selalu ada hal baru. Kedua, tidak ada habisnya karena pada kenyataannya kita sendiri tidak tahu apa yang dicari dan baru sadar ketika menemukan serpihan atau kepingan itu. Ini menurut saya yang menjadikan hidup itu selalu menarik dan tidak pernah bisa berhenti menulis tentang hidup.
Betul sekali, Pak Joe... sudah kepala 3 saja saya masih mencari... tidak tahu sampai kapan,,, saya yakini manusia itu akan terus mencari hingga akhir hayatnya... yang penting kemauan untuk belajar dan berkembang menjadi manusia lebih baik itu ya....
Terima kasih ka Fifin. Tulisan pendek ini jadi catatan yang penting di ruang ini, di Ririungan Semi Palar untuk kita semua. Terima kasih juga sudah terbuka dan mau berbagi di sini. Nuhuun.
Saya membuka ririungan malam ini dengan niat menuliskan bagaimana Rhea menemukan rumahnya di Semi Palar karena diingatkan google photo hari pertama Rhea di Semi Palar 7 tahun lalu. Rhea masih di pink mood, memilih booth pink kesayangan, sekarang boro-boro pink booth, pilihan warna navy sekarang jadi favorit. rumah yang membuatnya merasa nyaman, berjalan bersama kawan sembari mencari jalan dimana Ia merasa pulang. Semoga semangat untuk terus menjadi lebih baik menular. Tak hanya menjadi lebih baik dengan standar konstan, tetapi terus menaikan standar sendiri, tentang definisi baik juga menular.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES128 Rumah yang Terus Bertumbuh
Selamat malam... Izinkan saya bercerita tentang sebuah rumah yang saya rindukan... Sejatinya rumah itu tempat berkumpulnya keluarga dan tempat untuk kembali setelah berpetualang. Rumah, seperti Apa pun bentuknya dan siapa pun di dalamnya. "Rumah singgah", sepertinya begitulah Rumah Belajar Semi Pal…
AES57 Puisinya atau Tulisannya?
Sebuah gambar quote yang dikirim Kak Andi di suatu pagi, seketika menyadarkan saya akan suatu hal yang sedang bergumul dalam batin dan benak. Bagaimana tidak, memasuki sebuah lingkungan baru membuat saya otomatis menyesuaikan diri dengan budaya dan kebiasaan di tempat tersebut. Sama halnya dengan t…

AES#021 Menemukan Bintangku (Catatan dari Selametan TP-21)
Selametan Smipa tanggal 16 Agustus 2025 lalu mengusung benang merah tema TP-21 ini yaitu spiritualitas. Terus terang elemen spiritualitas ini yang membuatku resonan ketika pertama kali mengenal Smipa, 15 tahun silam ketika aku mengundang kak Andy sharing di SBM ITB, meski saat itu pemahamanku tenta…
Murdeani221


