AES922 Pola Pikir dan Paradigma Berkesadaran (2)

Melanjutkan tulisan bagian pertama yang berjudul Pola Pikir dan Paradigma Berkesadaran (1) yang saya tuliskan bulan Januari silam. Masih nyambung juga dengan tulisan yang saya posting kemarin yang berjudul Damai.
Kembali kepada fakta biologis bahwa otak manusia adalah perangkat yang paling penting di dalam tubuh manusia untuk menjalani kehidupan, kerja pikiran memang tidak bisa dihilangkan. Penting juga disadari bahwa otak manusia - sebagai organ tubuh yang mengonsumsi 20% dari enerji tubuh kita sehari-hari punya kompleksitasnya tersendiri juga. Fakta bahwa manusia punya otak depan yang ikut mengendalikan kesadaran, juga perlu dipahami seutuhnya. Ini sedikit dijabarkan di tulisan bagian pertama.
Lalu apa yang bisa dilakukan untuk membantu kita berkesadaran. Kalau di bagian pertama saya lebih banyak fokus terhadap judgment atau penilaian, indikasi kerja pikiran yang sangat kuat adalah saat kita membuat perbandingan, komparasi. Benar atau salah, baik atau buruk, lebih bagus atau lebih jelek... Ini adalah indikasi kerja pikiran. Sama halnya dengan, mestinya begini, mestinya begitu... Ini juga kerja pikiran yang secara tidak langsung bilang ada hal lain yang semestinya lebih baik dilakukan, begini atau begitu... Atau sebaliknya, mestinya ya ga begitu... Ini kerja pikiran. Dan sekali lagi sekali kita dalam perangkap pikiran, besar kemungkinan kita jadi terjebak dan tersesat di dalam lorong-lorong gelap pikiran kita.
Hal ini perlu dihindari ataupun kalaupun tidak terhindarkan, perlu segera disadari. Inilah pentingnya kita berjarak dan mengamati pikiran-pikiran kita yang terus bekerja, diminta ataupun tidak. Saat kita jarak itu ada, kita bisa menggeser kerja pikiran dengan hadir dengan berkesadaran. Sesederhana itu, dan ya sekaligus sesulit itu juga. Ini perlu latihan.
Ruang kesadaran, ruang batin di mana jiwa kita berdiam dalam hening, memang netral, dia tidak punya preferensi atau tidak punya dualisme positif dan negatif. Apapun pengalaman rasanya, hal ini menjadi penting untuk proses pertumbuhan jiwa dari setiap individu. Inilah sebabnya manusia sebagai makhluk spiritual diberikan kesempatan mengalami kehidupan. Anugerah luar biasa agar jiwanya tahap demi tahap menjadi utuh dari berbagai pengalaman kehidupan yang dijalaninya. Inilah yang akhirnya menjadi
Photo by Monstera Production: https://www.pexels.com/photo/crop-kid-playing-with-maze-painted-on-paper-7352804/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

