Kelompok Jamuran - Proyek Djawa adalah Koentji

Gunung Bromo Beserta Misterinya

Nayla Taroepratjekapenulis arsip2

  Gunung Bromo  Diorama.png

Gunung Bromo, mendengar namanya saja saya sudah membayangkan keindahan matahari terbit yang bisa kita saksikan di sana. Gunung Brahma atau yang biasa dikenal sebagai Gunung Bromo terletak di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Secara geografis, Gunung Bromo dikelilingi oleh  empat kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Lumajang. Dengan puncak ketinggian 2.329 mdpl, Gunung Bromo masih tetap termasuk gunung yang lumayan rendah jika dibandingkan dengan Gunung Carstensz di Irian dan Puncak Mandala di Papua yang memiliki ketinggian di atas 4.000 mdpl. 

Terkenal dengan keindahan alamnya, nama Gunung Bromo berasal dari nama Brahma yang merupakan salah satu dewa utama dalam agama Hindu. Menurut sejarah, alasan mengapa suku Tengger menamakannya Gunung Brahma (Bromo) adalah karena Gunung Bromo diyakini sebagai gunung yang suci. Sebelum lanjut, mari kita bahas tentang suku Tengger. Suku Tengger merupakan suku asli yang mendiami wilayah Gunung Bromo dan Semeru yang meliputi Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Malang, dan Pasuruan. Warga suku Tengger tersebut biasa disebut dengan Orang Tengger. Nama “Tengger” sendiri merupakan sebuah singkatan dari nama “Joko Seger” dan “Rara Anteng” yang merupakan penguasa suku Tengger. Kata “Tengger” juga berartikan “Tenggering Budi Luhur” atau pengenalan moral tinggi, simbol perdamaian abadi. 

Menurut sejarah terbentuknya, Gunung Bromo dan lautan pasir berawal dari dua gunung yang saling berimpitan satu sama lain, keduanya dinamakan Gunung Tengger (4.000 m dpl). Gunung itu merupakan gunung terbesar dan tertinggi pada waktu itu. Kemudian terjadi sebuah letusan kecil, materi vulkanik terlempar ke tenggara sehingga membentuk lembah besar dan dalam. Aktivitas lanjutan dari letusan tersebut memunculkan lorong magma di tengah kaldera sehingga muncul gunung-gunung, yaitu Gunung Widodaren, Gunung Watangan, Gunung Kursi, Gunung Batok dan Gunung Bromo, serta menimbulkan terjadinya lautan pasir. Walaupun sama-sama gunung, ternyata Gunung Bromo memiliki karakteristik yang berbeda dengan gunung-gunung lain di Indonesia lho! Dilansir dari portal berita Detik.com, “Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Gede Suantika menilai karakteristik Gunung Bromo berbeda dengan gunung api lainnya baik di Jatim maupun di daerah lain. Menurut Gede, Bromo mempunyai karakteristik yang luar biasa karena secara tiba-tiba menimbulkan letusan yang disertai material seperti kerikil dan abu. Gunung yang mempunyai tinggi puncak 2.329 meter dari permukaan laut bisa menimbulkan gempa tremor dengan amplitudo yang sangat tinggi. Gempa tremor di Bromo, normal amplitudo dibawah 10 mm. Namun pada Selasa Sore tiba-tiba menjadi 30 mm.”  

Walaupun menjadi tempat wisata yang sangat terkenal di Indonesia, Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal di wilayah Jawa Timur. Letusan Gunung Bromo yang terbaru terjadi di tahun 2019 pada bulan Juli. Terekam, gunung yang mengalami erupsi saat itu menghasilkan amplitudo 0.5-1 mm.  

8c10c4ac-e324-4aaa-ba65-5ea4f83add0f.jpg

Dengan segala keindahan yang terkandung di sekitarnya, ternyata Gunung Bromo juga mempunyai legenda yang menarik untuk diketahui lho! Waktu ke waktu masyarakat Tengger hidup dengan damai dan makmur, namun itu tidak dirasakan oleh kepala suku Tengger sendiri. Jelang beberapa tahun pernikahan, Joko Seger dan Rara Anteng belum bisa dikaruniai oleh bayi. Akhirnya mereka pun bersemedi di Gunung Bromo dan meminta kepada Yang Maha Kuasa agar segera dikaruniai dengan anak. Setelah bersemedi, sayup-sayup terdengar bisikan bahwa jika ingin semedi mereka terkabul, harus ada seorang anak bungsu yang dikorbankan ke dasar Gunung Bromo. Walaupun sudah terkumpul dua puluh lima anak, Joko Seger dan Rara Anteng ingkar janji sebab rasa kasihan. Dewa pun marah dan mengancam akan terjadi malapetaka, kemudian di malam yang gelap gulita tiba-tiba kawah Gunung Bromo menyemburkan api. Tiba-tiba seorang anak bungsu bernama Kusuma hilang dari pandangan dan masuk ke kawah Gunung Bromo, bersamaan dengan hilangnya Kusuma terdengar suara gaib yang berbunyi, “Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Hyang Widhi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Hyang Widhi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji yang berupa hasil bumi dan di persambahkan kepada Hyang Widhi Wasa di kawah Gunung Bromo. sampai sekarang kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo. “ 

    Oleh karenanya, setiap tahun suku Tengger mengadakan upacara adat bernama upacara Kasada. Upacara yang dilaksanakan setiap bulan Kasada (Kesepuluh) pada hari ke-14 ini biasanya dilaksanakan di lokasi Pura Luhur Poten di kaki gunung Bromo, Ngadisari, Jawa Timur. Upacara Kasada ini merupakan sebuah ritual yang dilakukan sebagai bentuk syukur dan harapan agar dijauhkan dari malapetaka. 

Setelah membaca fakta-fakta tentang Gunung Bromo, apakah ada yang langsung ingin pergi ke sana? Jika iya, sebelum memesan tiket transportasi ataupun penginapan Anda harus menentukan waktu terbaik untuk pergi ke Gunung Bromo terlebih dahulu. Banyak orang yang mengatakan bahwa waktu yang tepat untuk pergi ke Gunung Bromo adalah ketika musim kemarau, antara bulan Mei-Oktober. Kelebihannya pergi di musim kemarau adalah agar bisa melihat pemandangan yang sempurna, baik saat sunrise ataupun saat sunset. Masalah transportasi, Anda bisa menggunakan transportasi berupa angkatan darat ataupun angkatan udara untuk menuju ke sana. Apabila Anda ingin berangkat dari Bandung, menurut saya Anda bisa memilih transit di Kota Surabaya atau Kota Malang.  Hal ini disebabkan karena Kota Malang dan Kota Surabaya yang menjadi kota dengan akses bandara dan stasiun yang terdekat dari Gunung Bromo. Untuk penginapan, Anda juga tidak usah khawatir, karena di sekitar wilayah Gunung Bromo terdapat banyak tempat penginapan yang bisa Anda sewa. Jika dilihat dari aplikasi pemesanan tiket, harga yang ditawarkan untuk penginapan di sekitar Gunung Bromo juga beragam. Dari sekitar 118 penginapan, harga yang ditawarkan bisa mulai dari ratusan ribu rupiah sampai jutaan rupiah. 

Jangan lupa, sebelum berangkat sisipkan juga uang untuk bisa masuk ke wilayah Gunung Bromonya ya! Jika Anda merupakan warga negara Indonesia, Anda perlu menyiapkan uang sebesar Rp29.000,00 atau Rp34.000,00 jika anda ingin berkunjung di hari libur. Tapi, bagi Anda yang bukan merupakan warga asli negara Indonesia, Anda perlu menyiapkan uang sebesar Rp220.000,00 atau Rp320.000,00 jika anda berencana untuk berkunjung di hari libur. 

Setelah menulis artikel ini, ada satu pertanyaan yang terus menerus muncul di kepala saya. Sampai sekarang, saya masih penasaran tentang sejak kapan ya Gunung Bromo mulai banyak didatangi oleh orang-orang? Apakah Anda tahu jawabannya? 

Riset: 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Kelompok Jamuran

Proyek Mini #1: Nayla's Attempt to Cook

foto hasil proyek: Bistik Jawa dan Oreo Pancake Hohoy! Halo... nama saya Nayla dari kelas 8 Jamuran. Hari ini saya akan menceritakan tentang hasil akhir Proyek Mini #1 saya yang bertajuk Nayla's Attempt to Cook! Ya... judulnya sih "attempt" karena kayaknya setiap saya masak jarang bener tuh hasilny…

Nayla Taroepratjeka50