AtomicEssay

Pertanda | AES02

ratrikendrapenulis arsip2

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"
(QS. 96:1)

Menjelang senja, kami naik ke tempat jemuran. Menyaksikan matahari yang hendak terbenam. Tersenyum hangat di balik awan.

"Ibun liat! Bulet banget, dia lagi seneng. Tapi dia ngumpet di belakang awan, malu kayanya."

Awan berarak tertiup angin. Ada kalanya mereka bertemu di satu titik. Seakan menyelimuti matahari yang hendak beristirahat.

Tuhan mencipta, manusia membaca.

Ada kalanya tubuh lelah dan pikiran riuh. Mau awan padat gelap dan petir segemuruh apapun di luar, bisa saja aku tak tahu bahwa hujan akan turun. Namun ketika kembali tenang, pergerakan halus sang awan karena angin, bisa terbaca jadi suatu pertanda.

Lalu, dari satu momen, memori berkelana. Ketika dulu Bapak ajak lihat matahari terbenam, di atas bahunya. Naik motor ke lapangan, injak rumput tanpa alas kaki, menunggu senja tiba. Perlahan, semesta selalu berjalan mengikuti waktuNya. Matahari tak pernah rusuh ingin turun, bulan pun dengan anggun naik pelan-pelan.

Kerap, badainya terjadi di dalam, bukan di luar.

Komentar (2)

Andy Sutioso

Waah ada tulisan baru dari kak Wiwit... dengan ilustrasi dan gaya penulisan yang asik banget... Nuhuun.

ratrikendra

Sama-sama, Kak Andy

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 21 Kembali ke Akar

tangis kecil pecah langit membelah sejenak waktu terhenti tunas turun dari langit perlahan berlabuh di bumi Saat kelahiran anak di dunia, lahir pula orang tua dengan segala peran barunya. Hadirnya Mas Faisal di tengah rasa ingin tahu kami, sungguh bagai mendapat rasa dipahami dan validasi. Berangka…

ratrikendra20
AtomicEssay

AES 20 "Nak, Ini Gitar yang Sama"

"Ibun, fotoin aku dong. Aku juga mau bikin puisi lagu." Nak, ini gitar yang sama. Yang kubeli jauh sebelum kau lahir. Ketika aku menabung setahun lamanya, di usia 14 tahun. Pulang-pergi naik bis Metromini jurusan Ciledug-Blok M. Jalan menelusuri terminal, masuk ke Gunung Agung. Membawa gitar dalam…

ratrikendra62
AtomicEssay

AES 19 Kembali ke Rumah

Konon nama adalah doa. Rumah Belajar, tempat Tumbuh Menjadi Harapan. Di usianya yang kedua puluh, separuh perjalanannya hati bertaut di sini. Tangis tawa sedih haru bungah jangan ditanya. Peluh kesah yang terbayar tunai dengan syukur bahagia kerap tiba. Titik rendah hadir beriringan dengan peluk da…

ratrikendra112