Semua tulisan

8.131 tulisan di arsip

Atomic Essay

AES21- Hidup Untuk Hidup: Pemaknaan Film Perfect Days

Film Perfect Days merupakan film yang lambat, datar dan- bahkan- membosankan. Film itu bercerita mengenai keseharian seorang pembersih toilet sederhana bernama Hirayama saat dia bertugas membersihkan toilet dengan telaten, membantu orang-orang, dan berurusan dengan rekan kerja yang menyebalkan. Dia…

Farzan10

AES015 Perfect Days

Hirayama seorang bapak-bapak "slow living" yang tinggal di tengah kota metropolitan yang sangat padat.Beliau bekerja sebagai tukang pembersih toilet umum, pekerjaan yang sering dianggap rendah oleh orang-orang, cerita dari film Perfect Days yang baru saja ku tonton kemarin. menurutku sih dibalik pe…

seline20
AtomicEssay

AES176 Perfect Days: Bagaimana Cara Mencintai Kesederhanaan?

Baru-baru ini aku nonton Perfect Days karya Wim Wenders, dan rasanya langsung nyambung banget sama pengalaman nonton Taste of Cherry dari Abbas Kiarostami. Keduanya bisa dibilang “slow cinema” murni, tapi punya rasa yang kontras meski sama-sama minimalis. Taste of Cherry terasa lebih gelap dan filo…

carloslos42
AtomicEssay

AES116 - Komorebi

Hirayama adalah seorang lelaki paruh baya yang menjalani hari dengan rutin sederhana sebagai pembersih toilet umum di Tokyo. Tiap pagi dia bangun, menyiram tanaman, mengenakan seragamnya, melepaskan jam tangannya. Dia keluar, tidak mengunci pintu rumahnya, membeli kopi dari vending machine, dan men…

Ara Djati41
AtomicEssay

perfect days

di film ini saya diajak untuk menonton semua hal yang berjalan pelan-pelan. Saya belajar dari kebiasaan saya yang seringkali cepet cepet ga puguh, kadang cepet cepet puguh sih tapi disini belajar bahwa bisa kok pelan pelan aja terstruktur tapi ujungnya selesai juga kok, cuman memang mungkin pacenya…

jovanna21
AtomicEssay

AES 28 Perfect Days

Di dalam film ini, aku merasakan banyak hal. Mulai dari bagaimana kita sebagai manusia terkadang tergesa gesa atau ingin hidup lebih cepat dari apa yang seharusnya. Mungkin tulisan ini adalah sebuah refleksi yang baik untuk memulai cerita di penjelajahan nanti. Jarang juga melihat tokoh seperti Hir…

vania41
Atomic Essay

AES044_Hirayama-san

Halo, sudah lama sekali aku tidak menulis di Ririungan. Kalau tidak salah terakhir kali aku menulis itu tentang kondisi Indonesia tahun lalu saat kacau, banyak demo dimana-mana, intinya kacau deh. Sayang sekali aku akan jarang menulis sekarang, karena jadwalku semakin padat semakin bertambah usia,…

Tatha Wu34
AtomicEssay

AES90 "Food Can't Replace Sadness"

Pagi di Smipa selalu memiliki rasa yang khas. Bila kamu memilih hidung sebagai cara memahaminya, coba indrai pagi di Smipa sebagai kepulan asap tipis yang segera muncul ketika kita membuka tutup penanak nasi. Dari jalur telinga, pagi di Smipa serupa ricik air di sungai yang dekat dengan mata air. M…

matheusaribowo52
AtomicEssay

AES 053 Pungli

Judul tulisan ini merupakan kata yang sebetulnya sangat negatif, namun menjadi lumrah di negara kita, khususnya di kalangan yang bekerja di pemerintahan. Bahkan ada sebutan bahwa pungli ini adalah budaya Timur. Saya pun belum menindaklanjuti sebutan ini dengan riset yang lebih dalam. Apakah betul p…

maulrest10
AtomicEssay

AES928 Ngobras : Kelas Orangtua

Esai ini mulai saya tulis paska Ngobras edisi ke tujuh, yang baru saja tuntas digulirkan satu jam yang silam. Seperti yang saya sampaikan di penutup sesi tadi, sebetulnya angan-angan tentang kelas orangtua ini muncul sudah lama. Gagasan ini muncul mungkin sudah sejak belasan tahun yang lalu. Saat i…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES9 Eskalasi Cakue dan Bubur Kacang Ijo | Ngacapruk

Ketenaran cakue atau bubur kacang ijo sebagai sajian kuliner dengan harga mursida yang dikonsumsi di waktu nanggung kiranya tidak usah diperdebatkan dengan sengit. Namun keseruan menerima kenyataan bahwa saat ini harga kedua kuliner tersebut mulai berubah atau setidaknya terdapat penyesuaian kuanti…

DwiY10