AES 516 Author
Tadi siang saya mengikuti acara artist talk dari sebuah pameran. Para artisnya adalah orang-orang muda dengan gaya bahasa yang perlu saya simak dengan baik, karena banyak istilah kontemporer yang semakin tidak tergambarkan dalam pikiran saya. Dua puluh tahun lalu, seaneh-anehnya istilah yang digunakan oleh orang-orang muda sekejap terbayangkan. Sepuluh tahun lalu, saya masih bisa membayangkan. Sekarang yang sudah tidak terbayangkan, jadi perlu melihat ekspresi orang-orang lain yang memproyeksikan imaji yang terbentuk dari frasa yang terucap itu. Jadi semacam pembayangan sekunder, mendapatkan citra dari pencitraan yang dilakukan oleh orang lain yang mampu mengikuti baku lempar semiotika di sini.
Cerita-cerita yang dibagikan sangat seru dan kaya, tetapi saya kurang merasa tertarik. Bukan karena materinya yang membosankan, karena sebenarnya ini adalah hal yang baru untuk saya; Melainkan seperti ada penghalang dalam benak saya untuk menerima kebaruan ini. Apakah semua pemahaman yang diungkapkan itu sungguh autentik dari dirinya sendiri yang otonom atau dari otoritas yang sedang dimilikinya saat ini? Pertanyaan yang muncul karena melihat logo-logo sponsor. Orang-orang muda yang hebat ini mampu menciptakan karya yang keren karena memiliki otoritas dari ruang pertemuan kemampuan dan kebutuhan. Para pemuda yang memiliki kemampuan menerapkan teori berkarya dan lembaga pemberi dana yang butuh menghabiskan anggaran sebagai indikator keberhasilan.
Dengan mengesampingkan soal kebutuhan menghabiskan anggaran dan fokus saja pada keterampilan menerapkan teori berkarya; Semua pertimbangan, pengetahuan, kerjasama, keterlibatan, dan semua usaha beserta upaya yang diceritakan itu rasanya megah sekaligus meragukan. Tentu saja, ragu yang disebut ini adalah penghalang dalam kepala saya. Apakah kebijaksanaan yang menjadi landasan karya mereka ini asli atau imitasi? Hanya, kebijaksanaan imitasi pun tetaplah suatu kebijaksanaan kan. Ah.. rasanya jadi mengantuk, sehingga di tengah acara tepatnya selesai presentasi dan masuk kepada sesi diskusi, saya memutuskan beranjak untuk masuk ke dalam galeri dan menikmati pameran karya-karyanya. Sungguh menawan!
Dengan melepaskan semua pemikiran dan kepikiran tadi, saya jadi sungguh menikmati karya-karya yang dipamerkan. Jadi terlintas kutipan consciousness is disease. Memang ya, kesadaran itu tidak menyamankan; Melainkan, menyadarkan. Seperti soal authentic dan autonomy yang sedikit menyerempet authority dan author. Hmm... apakah autentisitas dan otonomi diri yang kita miliki dan pergunakan saat ini sungguh hasil dari otoritas diri atau otoritas orang lain? Apakah kita sedang menjalani peran autentik secara otonom yang benar dituliskan oleh diri sendiri sebagai author atau hasil tulisan author orang lain yang saya percayai bahwa itu adalah saya?
Terlintas bab the absurd man dari kumpulan tulisan the myth of sisyphus -nya Camus yang dia mengutip bagian tulisan novel The Possesed -nya Dostoevsky , "If Stavrogin believes, he does not think he believes. If he does not believe, he does not think he does not believes." Seringkali terlalu banyak berpikir membuat diri malahan jadi tidak berpikir. Bisa jadi betul juga celetukan kalau overthinking itu gak ada, yang ada hanyalah underthinking. Kalau diri sungguh berpikir, tidak akan ada masalah lagi karena semuanya berada dalam authorship diri sendiri. Sehingga autonomy dan authenticity bisa jadi semacam indikator tingkat kejujuran agensi diri terhadap efikasi sendiri, tanpa perlu mengemis atau menuntut authority.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 515 Pertanyaan-Pertanyaan
Kita merasa telah mendampingi orang lain mendapatkan kejelasan jalan hidupnya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan hidup kita sendiri. Kalaupun pertanyaan-pertanyaan itu membuat orang lain mendapatkan pencerahan yang menerangi jalan yang tadinya terlingkupi bayangan jadi tampak, kita tetap tidak…

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

