AES045 Mimpi

Sebuah kisah yang menurutku menarik untuk diceritakan, cerita salah satu karyawan kantor Fajrin. Sebut saja mas S, mas S ini karyawan yang rajin dan loyal. Sejak jaman merintis mas S sudah ikut bergabung, bekerja dengan giat walaupun keadaan masih sulit. Orangnya supel dan baik, mas S tinggal di kantor karena keluarganya tinggal di Indramayu, saat weekend dan tidak sedang dinas keluar daerah mas S pasti pulang, mas S begitu menyayangi keluarganya meskipun jauh.
Suatu hari saat mas S dinas keluar, di dalam hutan Kalimantan dia bermimpi didatangi seorang laki-laki, laki-laki tersebut yang tidak dia kenali memberikan resep bakso, dalam mimpinya dia mencatat semua resepnya. Setelah mencatat dia tiba-tiba terbangun. Mimpinya terasa nyata, mas S teringat menulis sebuah catatan dalam mimpinya, kemudian dia catat ulang resep bakso itu di handphone-nya. Dia merasa senang tapi ketakutan. Kejadian apa ini? Saat itu dia tidak menceritakan mimpinya pada siapapun, katanya takut yang punya resep marah, mengingat sedang berada di dalam hutan Kalimantan dia memilih diam tidak menceritakan hal tersebut pada teman-temannya.
Sesampainya di Bandung, didorong rasa penasaran yang sudah ditahan selama 3 bulan kemarin dia langsung ke pasar membeli bahan sesuai dengan catatannya kala itu. Dicobalah resep itu, ternyata enak! Takjub dan senang dengan hasil resep dari mimpinya itu, mas S bagikan semangkuk bakso untuk karyawan lain termasuk Fajrin, menurutnya rasa kuahnya segar dan tidak eneg, baksonya juga empuk dan terasa dagingnya. Setelahnya semua karyawan mendukung mas S untuk berjualan bakso, untuk rejeki tambahan.
Kira-kira 1 bulan setelah trial error, mas S membuat gerobak portable di atas motor untuk berjualan bakso keliling. Tentu saja para kawan karyawan yang menjadi pelanggan pertama bakso mas S. Mas S berjualan setelah pulang kantor, berkeliling dengan gerobak motornya ke kampung-kampung sekitar kantor, baksonya dibanderol harga 10.000 permangkok. Berbekal rasa mantap dan murah dagangan bakso mas S laris manis, kami sempat protes kok murah sekali harga baksonya tapi mas S bilang “Ini resepnya saja gratis, masa saya jual baksonya mahal? Hehehe” sambil tertawa. Baiknya dia.
Long story short, tidak terasa sudah 5 tahunan mas S berjualan bakso, sekarang dia sudah tidak berkeliling tapi mangkal di depan kantor setelah maghrib. Yang ku puji adalah penghasilan mas S berjualan bakso lebih besar dari gajinya di kantor, tetapi mas S tetap tidak mau resign, mas S setia menjadi karyawan kantor. Katanya “Saya bisa seperti ini juga berkat bekerja disini, jalan awalnya dari sini masa iya keluar?” keren.
Mas S sudah tinggal di kontrakan, perlu ruang lebih luas untuk menyiapkan dagangannya. Mas S juga punya asisten untuk membantu. Di kampungnya, mas S sudah punya rumah sendiri, sawah dan usaha bakso yang dijalakan oleh istrinya.
Cerita mimpi mas S ini memang diluar nalar. Apakah betul mas S mendapat wangsit atau ini buah pikiran bawah sadar mas S saat tidur, sebelum masuk fase deep sleep yang gelombangnya memang tenang untuk bisa berpikir jernih. Hahaha, apapun itu saya lebih salut dengan etos kerja dan kepribadian mas S. Menginspirasi!
Komentar (4)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…


