AES091 Merekam Mimpi

Aku suka nonton film. Menonton film bergenre horor, thriller ataupun crime dapat memberikanku lonjakan adrenalin kecil-kecilan dalam durasi 1-2 jam sedikit memberikan sensasi yang berbeda melawan rutinitas yang monoton. Memahami tokoh dan mengikuti alur cerita yang tak terprediksi terasa menyenangkan. Seperti masuk ke sisi lain dunia, mengutip cerita menarik dari ide pembuat film. Fiksi non fiksi tidak masalah yang jadi poin adalah bagaimana pemeran dalam film harus melebur menjadi tokoh yang sesuai dengan nuansa dalam cerita tersebut, sekurang-kurangnya cerita jika pemerannya bagus pasti dapat mengangkat film itu.
Begitu menemukan film bagus biasanya aku akan menelusurinya lebih dalam, menonton video di balik layar, sampai mencari dari mana datangnya ide film itu. Aku cari informasi sedetail mungkin sampai aku puas dengan jawaban atas pertanyaan yang kucari. Begitulah aku suka penasaran dengan hal menarik yang tidak penting.
Lucunya pencarian hal tidak penting tersebut terkadang terbenam dalam pikiranku, membuatku kerap bermimpi aneh namun sangat menarik, bermimpi seram namun aku tidak ingin keluar dan menyerah, bermimpi menakutkan namun aku lawan sekuat tenaga. Dalam mimpi akulah si pemeran nya dalam pencarian mengungkap misteri, atau bahkan sedang berkelahi dengan hantu. Konyol tetapi katanya banyak juga penulis-penulis cerita mendapat inspirasi membuat buku atau film berdasarkan cerita mimpinya.
Memasuki dunia mimpi begitu menarik begitu terasa nyata sampai-sampai aku menolak untuk menyudahi dan bangun dari tidurku. Aku ingin melanjutkan perjalanan dalam mimpiku. Katanya kejadian ini bernama lucid dream. Ibarat menonton film seru namun harus keluar studio sebelum selesai. Mengganjal kan? Jadi Kucoba lanjutkan saja untuk tidur dan bermimpi lagi melanjutkan cerita seru yang sempat terpotong tadi. Sayangnya semua ingatan itu lenyap beberapa saat setelah aku terjaga. Hanya tersisa rasa kesenangan aku dapatkan tadi.
Sedihnya saat ini belum ada alat perekam mimpi. Mimpi-mimpi seru itu sekarang hanya tinggal kenangan, yang tak tergambar, kosong, namun menyimpan emosi saja yang sebentar lagi akan dibuang oleh memoriku karena sama sekali tidak berbentuk, abstrak.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…
