AES093 Melakukan Perubahan

Melihat kekacauan yang terjadi di sekitar kita entah hal besar atau hal kecil yang sering kali berseliweran di media sosial ataupun di dunia nyata membuat kita terusik. Apakah hari-hari kekacauan akan terus berlanjut? Apakah kedepannya kekacauan-kekacauan tersebut akan semakin kusut? Bagaimana kita menjalani hidup ditengah kekacauan? Bagaimana nasib anak-anak kita menghadapinya kelak jika hari ini saja kita sudah merasakan dampak kekacauan yang disebabkan oleh pendahulu kita? generasi-generasi sebelum kita? Apakah kita mampu membereskan kekacauan ini sebelum kita mengestafetkan kekacauan ini pada generasi mendatang? Seperti guliran bola salju yang semakin membesar , mampukah kita menghentikannya sekarang sebelum semakin membesar atau paling tidak membuatnya bergerak lebih lambat atau mengecilkan ukurannya?
Kegelisahan ini tentu tidak kurasakan sendiri. Aku rasa dalam pikiran masing-masing masyarakat yang hidup di bumi pertiwi ini merasakan kegelisahan serupa, dihantui ketidakpastian. Besar kecilnya rasa keterusikan ini pasti terasa. Lalu respon apa yang muncul dari kegelisahan tersebut? Ada yang berjuang melawan, ada yang pasrah dengan keadaan, ada yang akhirnya ikut serta menambah kekacauan. 3 respon manusiawi, semua berjuang menurut keyakinannya masing-masing. Masalahnya apa respon yang akan kita lakukan ini sesuai dengan nurani? Bukankah manusia diciptakan berbeda dengan makhluk lainnya karena diberikan nurani?
Kita yang berjuang pada opsi pertama tentu memiliki keyakinan bahwa kita dapat menjadi penyeimbang ditengah-tengah kekacauan. Menjadi visioner, memiliki visi besar menjadi tonggak perubahan. Namun realitanya visi besar tersebut dipandang sebagai suatu kemustahilan mengingat bahwa siapa kita ditengah-tengah masyarakat yang luas. Manusia kecil tanpa kedudukan sosial, hierarki terbawah pada sistem demokrasi negeri ini. Mimpi besar yang sulit diwujudkan.
tetapi ingatlah ada ungkapan "God is in the big things, but the devil is in the details".
Apakah jangan-jangan ternyata kitalah si 'devil is in the details'? ingatlah posisi kita berada dimana, ratusan juta manusia kecil yang dikumpulan dalam satu negara. Ya kitalah 'devil is in the details' tersebut. Kita memiliki andil besar pada dampak kekacauan hari ini. Menarik ya alih-alih menyalahkan keadaan rupanya kita manusia kecil ini punya andil dalam melakukan perubahan.
Dari hal sebesar negara kemudian bergulir ke hal kecil yaitu diri sendiri. Jika dirasa mengubah diri sendiri juga masih terlampau besar maka gulirkanlah ke hal yang lebih kecil lagi untuk melakukan perubahan. Sesederhana membereskan tempat tidur segera setelah bangun pagi, meminum segelas air setelah bangun tidur dan mencuci piring setelah sarapan. Tidak lupa menyapa anggota keluarga dengan senyuman hangat, ucapkan terima kasih saat diberi bantuan, ucapkan permisi saat hendak meminta bantuan pada orang lain. Saat berkendara patuhi aturan berlalu lintas. Sebelum tidur ucapkanlah terima kasih pada diri sendiri karena hari ini sudah melakukan yang terbaik.
Bayangkan ratusan juta manusia kecil penduduk negeri ini melakukannya, tentu visi besar tersebut dengan indahnya akan terlaksana dan tidak hanya menjadi impian belaka. Menginginkan hal besar, mulailah dari hal kecil yang dapat kita lakukan sendiri. Sisanya biarkan menjadi urusan Tuhan, God is in the big things.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…

