AES107 Inspirasi

Jika ditanya ingin kado apa yang kujawab pasti terdengar menyebalkan antara tidak tahu, terserah atau bebas karena kesenangan saat membuka hadiah hanya sebentar saja tak lama akan pudar seperti hilang tidak berbekas. Bukannya aku tidak tahu terima kasih tapi bukan hadiahnya yang membuat senang tapi rasa pedulinya, ah dia masih mengingatku keberadaanku masih berarti.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya tahun ini aku ingin memberi hadiah kecil untuk diriku sendiri. Rasanya tahun ini aku pantas mendapat sesuatu yang berharga untuk dikenang. Aku membeli 7 buah buku. Giliran self-reward malah berujung impulsive buying dengan alasan aku tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari buku lain saat buku yang lain sudah selesai dibaca. Aku memang pandai membuat alasan. Kacaunya ternyata ada 1 buku yang masih pre-order alias belum terbit jadi aku harus menunggu 1 buku itu terbit baru dikirim semua. Kesenangan yang tertunda akibat lalai membaca akibat tergesa-gesa akibat impulsive buying. Ya sudah mau bagaimana lagi.
Akhirnya buku-buku tersebut datang setelah seklian lama. Membuka paket dengan girang aku mengambil acak salah satu buku itu. Buku terpilih pilihan tangan kanan adalah buku berjudul “Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring”. Testimoniku setelah membaca bukunya adalah, buku yang harus dirasakan bukan untuk dibaca. Sekian. Aku suka buku itu 10/10. Membacanya membuatku terinspirasi. Banyak insight yang sama sekali tidak berhubungan dengan ide-ideku tapi membuatkulebih mudah mengalirkan isi cerita. Kalau ada yang bilang membaca mengawali menulis aku setuju sekali. Seperti menemukan sisi lain dari bentuk tiga dimensi. Menarik dan melengkapi proses menulis.
Sejauh ini, buku adalah hadiah yang paling berharga. Tidak sabar aku membaca keenam buku lainnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…
