AtomicEssay

AES125 - Revitalisasi yang Sesungguhnya

Ara Djatipenulis arsip2

Mas Yudhi datang menjemput kami naik mobil, jam dua kurang sore kemarin. Sepanjang perjalanan, dia bercerita tentang Spedagi dan ogoh-ogoh yang ada di samping jalan dan tentang Pak Singgih. Dia bercerita tentang bagaimana Pak Singgih terus-menerus mencoba membuat prototipe sepeda bambu, meski gagal dan belum sempurna, hingga akhirnya terwujud dan berkembang sampai sekarang. Nama Spedagi kini telah tumbuh di mana-mana, dengan pembeli mancanegara.

Kami tiba di lapangan parkir Spedagi, bersalaman dengan Pak Singgih. Setelah diajak keliling pabrik dan mencoba sepeda bambu, kami berdiri dalam lingkaran dan mengobrol dengan Pak Singgih.

Sebagai sebuah "pabrik sepeda", Spedagi menarik bagiku karena begitu holistik dalam menghadapi subjek-subjek yang ia sentuh. Spedagi mendukung pengrajin lokak. Loker-loker pekerja dihiasi foto wajah mereka beserta nama. Mereka bahkan menjelma di luar semata pabrik produk kayu dan bambu artisan, mewujudkan Pasar Papringan. Tidak seperti kebanyakan aksi "revitalisasi" desa lainnya, yang mengambil peran Sinterklas sekali-geplak, Spedagi bisa membuat sebuah dampak yang tahan lama. Bukan hanya itu, tapi juga benefisial bagi penduduk, tanpa membentuk ketergantungan maupun mengebawahkan atau menggantikan pola hidup dan kearifan lokal. Dusun Ngadiprono sendiri juga tidak menjadi sebuah tempat yang terlampau komersil atau semata tujuan turis.

Dalam manifesto Spedagi yang tertulis di websitenya, ada dua kata yang disebut: cyral dan 

spiriterial. Cyral didefinisikan Pak Singgih sebagai city-rural, mencerminkan harapan dia bahwa desa pun bisa berkembang dengan sendirinya sebaik kota, tanpa harus menjadi terlalu mirip kota. Spiriterial adalah bentuk spiritualitas yang membumi pada bentuk-bentuk material, mulai dari bentuk-bentuk arsitektural hingga cara kita memperlakukan bahan-bahan yang ada bagi kita.

Pemikiran Pak Singgih sungguh sangat mendalam dan menarik. Akan seru sekali jika bisa mengobrol lebih panjang dengan beliau, tapi waktu kami terbatas. Aku ingin sekali suatu hari bisa membawa perubahan pada dunia seperti Spedagi, yang penuh respek pada masyarakat sambil sekaligus revolusioner.

Komentar (2)

jovanna

wow

Andy Sutioso

Yes indeed WOW. Semua ga kita bisa merealisasi gagasan² pa Singgih merevitalisasi desa-desa di Indonesia. Masa depan dunia

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES124 - Mengenai Sampah

Sudah dua minggu penjelajahan, mengurus rumah dan membagi tugas antara kami berenam saja. Mulai terlihat betapa segala hal yang kami lakukan ada dampaknya. Harus rajin mencuci baju, kalau tidak akan repot mencari tempat di jemuran. Senang sekali rasanya lihat banyak jemuran kering. Harus segera man…

Ara Djati51
AtomicEssay

AES123 - Menghidupkan Pranoto Mongso

Waktu aku membuat proyekku di semester lalu tentang kalender dan persepsi waktu, aku sedikit-sedikit mendengar tentang Pranoto Mongso, sistem perhitungan kalender tani di Jawa. Bagan yang kutemukan di internet berbentuk layangan jungkir balik dengan bulatan di tengah. Waktu itu, aku tidak mempelaja…

Ara Djati33
AtomicEssay

AES122 - Privilese Untuk Melambat

Ketika kami ke tempat Mbak Siska, dia bercerita banyak sekali soal proses di balik Pasar Papringan dan soal kehidupan di kampung. Katanya, yang namanya "slow living" itu hanya bisa dinikmati oleh orang-orang berprivilese. Kenyataannya, di desa, orang-orang sibuk. Mereka bangun subuh dan tidur malam…

Ara Djati73