AES223 Manja

Bukan menaiki pohon dengan menggenggam dan berpijak pada batang dan dahan untuk mengangkat badan. Ini manjat sebutannya. Bedanya dengan yang disebut manja, batang dan dahan pohon memang dipergunakan untuk menaikkan badan dengan dijadikan tandu dan orang lain yang mengangkatnya.
Bukan memerhitungkan kesinambungan resiprokal dengan melihat ke depan berpikir sekarang. Ini manjang sebutannya. Bedanya dengan yang disebut manja, melihatnya sekarang berpikirnya sekarang juga sehingga menolak sejajar dan berkoar soal ketinggian agar ditinggikan dalam peninggian.
Bukan hal menenangkan yang dapat diandalkan dengan dasar kepercayaan karena integritas yang partisipatif hadir dalam bentuk adaptif dan suportif. Ini mantap sebutannya. Bedanya dengan yang disebut manja, terjebak pengulangan kebiasaan yang berisik minta pengakuan bikin pekak pendengaran.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

