AES246 Realita Bulan

Tidak ada malam yang tidak ada bulan. Bahkan ketika malam, matahari tetap ada. Kita saja tidak mampu mempersepsikannya.
Eh, lebih tepatnya kita mempersepsikannya sebagai tidak ada. Karena tidak ada cahaya, kita persepsikan tidak ada. Padahal, ada.
“Padahal, ada.”
Inilah mantra pembenaran dari yang tidak menghadirkan karya tepat waktu namun tidak mampu menerima dianggap tidak ada.
Bukankah matahari berguna oleh cahayanya. Bulan pun demikian. Terlepas dari fakta bahwa bulan dan matahari selalu ada.
Realitanya, pada saat ini cahaya yang dibutuhkan dari kehadiran mereka itu ada atau tidak. Realita beda dengan fakta kan.
Mudahnya, keberadaan matahari dan bulan adalah pembenaran. Kebenarannya adalah cahayanya dapat dimanfaatkan atau tidak.
Seperti kita mencatat segala hal dan menyimpannya dengan rapi. Namun tidak memberikan karya cipta tepat waktu.
Pembenarannya, catatan dan tulisan itu ada dan mudah diakses. Kebenarannya, karya cipta tertulis maupun lisan itu tidak ada.
Seperti bulan di atas paranet, tidak jelas kelihatan dan tidak signifikan. Walaupun dilihat dari atap jelas terang, yang berkepentingan kan ada di dalam taman.
Bukan soal fakta dan keseharusnyaan lah suatu keberadaan itu. Justru soal realita yang saling direspon bersama. Selaras, lanjut. Tidak, cabut.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
