AES416 Effort-Less-Ness

Kalau kita melakukan pelayanan dan kita menikmatinya, kita tidak sedang melayani melainkan menikmati. Egosentris tingkat awal kan soal apa yang aku dapat, tingkat menengah adalah soal apa yang aku kasih, tingkat akut adalah soal agar aku tidak merasa bersalah saja. Berarti, yang namanya pelayanan memang bukan untuk dinikmati.
Kalau gitu apa yang dinikmati? Diri sendiri. Logika effortlessness pun ada kaitannya dengan logika pelayanan tersebut. Bukan berarti tidak ada usaha dan upaya dari diri kita sendiri, melainkan seberat apa usaha dan upaya itu kita rasakan sendiri bagi diri kita sendiri. Pain is necessary, suffering is choice.
Seorang pelari berlari sambil mengeluh soal pelariannya, betapa effortful -nya dia. Seorang pe-duduk berlari sambil merasakan sakit-sakit badannya dan terus berlari semampunya, menikmati dirinya dalam pelarian sambil sesekali berjalan dan menikmati perjalanan itu. Betapa effortless-nya ia.
Ketika sampai di finish, yang terhitung bukanlah soal apa yang aku lakukan melainkan apa kah aku ini. Seorang pelari yang berlari, tidak aneh malahan bersalah lah dia kalau tidak berlari. Seorang pe-duduk yang berlari, menjadi tinggi pencapaian dan perkembangannya. Walaupun baru sampai dua hari kemudian.
Sepulang keduanya ke rumah, si pelari menggerutu soal hasil penilaian yang memberikan kemenangan kepada si pe-duduk. Menggerutu keseharusnyaan, mengungkit kebiasaan, menuntut kesama-rataan. Effortful sekali si pelari ini untuk menolak menikmati dirinya sendiri.
click this
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
