AES474 Mengarti-artikan Mengerti-ngertikan

Jangan-jangan, selama ini lah keterjebakan kita. Setelah mengidentifikasi, mendefinisi, alih-alih determinasi terlebih dahulu kita malah langsung lompat ke aksi. Jadilah seperti biasa, repetisi mengarti-artikan yang mengerti-ngertikan. Mengada-adakan kumpulan dari yang sepengertian. Padahal, seseorang tidak pernah bisa melangkah ke sungai yang sama untuk kedua kalinya dan seterusnya.
Permainan pengaruh dan kekuasaan jadi niscaya di ruang yang demikian, sosok yang diangkat bukan sebagai pemandu melainkan pengemban. Membawa beban untuk memenuhi keinginan para pemujanya, dijadikan idola yang seperti boneka. Kalau tidak sempurna, batalkan saja. Padahal, sungai yang terus mengalir itu sudah tidak lagi sama seperti yang pertama terdahulu.
Mengarti-artikan ini seperti hendak menahan aliran sungai agar tetap sama seperti yang diketahuinya. Mengerti-ngertikan itu seperti hendak menahan orang-orang untuk melangkah di sungai yang telah dihentikan alirannya dan sama terus sepanjang waktu. Padahal, kalaupun sungai itu tetap sama tetapi orang yang melangkah ke dalamnya sudah berbeda dengan yang pertama kalinya.
Jangan-jangan, selama ini kita salah menggunakan kepastian. Bukannya untuk menciptakan momen spontan kesekarangan yang hanya terjadi sekali dan takkan pernah terulang kembali, kita malah mengulang-ulang dan menjebak aliran harapan. Karena merasa sudah tahu, padahal yang terjadi adalah terlalu banyak tahu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

