AES963 Oh...

DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk masuk ke ruang kesadaran, alih-alih berreaksi lewat kerja pikiran.
Hal ini menurut saya adalah cara efektif untuk masuk ke ruang kesadaran. 'Oh' ini adalah salah satu cara kita masuk situasi berkesadaran. 'Oh' itu dalam pandangan saya respons yang sangat netral, berbeda dengan 'Wow' yang konotasinya positif atau mungkin 'Waduh' yang cenderung negatif. Positif atau negatif adalah indikasi kerja pikiran. Karena ruang kesadaran adalah sesuatu yang beyond thoughts. Respon yang berpijak pada kesadaran bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi tapi berhasil dilepaskan (detached) dari penilaian pikiran kita bahwa sesuatu itu positif atau negatif.
Sesederhana itu. Saat kita berhasil menanggapi segala sesuatu secara netral, kita terbantu masuk ke ruang kesadaran. Semacam mem-bypass, menerobos labirin pikiran kita untuk segera sampai ke pintu ruang kesadaran. Setelah beberapa lama membiasakan hal ini, sepertinya ini cukup efektif. Memang kalau dipelajari masuk ruang kesadaran itu sebetulnya sederhana. Jeda antara peristiwa dan tanggapan kita adalah pintu masuk ruang kesadaran. Bagi saya 'Oh' ini adalah jeda yang efektif... Karena ungkapan pendek ini bagi saya sangat netral, ini juga sangat membantu saya beralih ke ruang kesadaran. Dari ruang kesadaran inilah kita bisa lebih jernih menentukan respons yang baik kita hadirkan untuk berbagai situasi yang terjadi.
Semoga tulisan ini bermanfaat. Hatur nuhun sadayana. Selamat merayakan literasi, tulisan ini saya dedikasikan untuk Festival Literasi yang sedang minggu ini dihadirkan secara sadar di Rumah Belajar Semi Palar. Salam.
Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/yellow-and-black-2-way-signage-272254/
Ada di Kompilasi:
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES567 Oblivious
Ini salah satu tulisan yang sudah lama sekali tertunda. Baru teringat bahwa tulisan ini terabaikan saat migrasi ke SIMPUL... Tulisan yang kemudian saya pindahkan ke draft - karena sebelumnya di Ririungan 2.0 fitur draft ini memang tidak tersedia. Jadi mudah sekali terlewat kalau ada tulisan yang be…

AES#024 Perlukah Melenyapkan Ego?
Kadang bagi pejalan spiritual ego dianggap sebagai musuh kesadaran yang harus dilenyapkan. Banyak dari kita yang meniti jalan kesadaran merasa bersalah dan berseteru dengan ego. Namun sebenarnya yang ingin melenyapkan ego... adalah ego itu sendiri. Akhirnya terjadi looping: semakin kita berupaya me…
Murdeani11
AES942 Holistic Science
Pertama kali mendengar kata holistik (holistic) disandingkan dengan kata lain di belakangnya, seingat saya di sekitar tahun 2005-an. Saat awal kami merintis Rumah Belajar Semi Palar - waktu itu masih mengontrak satu rumah di Jalan Terusan Karang TIneung, karena lokasi saat itu Semi Palar masih beru…





