
AES569 Teu Pararuguh
Esai ke lima ratus enam puluh tujuh - saya menuliskan esai yang judulnya teu pararuguh... Hmm. Oke. Tapi begitulah suasana batin saya saat menuliskan esai ini. Perasaan galau ini muncul sudah cukup lama. Kenapa? Ya karena saya sedang sangat mengikuti berbagai situasi di luar sana. Apa yang terjadi…












